Penculik Anak Asal Argentina Masuk ke Sulsel Lewat “Jalur Tikus”

Elizabeth (kiri), menjemput Alum (kanan) di Makassar.

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pasca tertangkapnya pelaku dugaan penculikan terhadap bocah perempuan asal Argentina, Alum Langone Avolus (7). Oleh ayah kandungnya sendiri, Jorge Gabriel Langone, bersama dengan teman perempuannya, Candela Gutierrez.

Ketiganya diketahui masuk dan berkunjung ke Indonesia secara ilegal, tanpa menggunakan visa resmi. Tentu saja tidak terlepas dari kurangnya pengawasan ketat aparat TNI, Polri dan Imigrasi yang bertugas mencegah masuknya imigran asing secara ilegal, melalui jalur-jalur tikus.

Caranya masuk ke Indonesia melalui jalur Argentina, Bolivia, Brasil, serta Malaysia. Mereka berhasil lolos masuk ke Indonesia melalui perbatasan Malaysia dan Pulau Batam.

Pelaku penculikan tersebut tertangkap dan berhasil diringkus pada tanggal 6 Februari 2018. Saat sedang berada di wisma Sallebayu Restaurant & Bungalows, di Kelurahan Pata’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Tana Toraja.

Baca Juga:  Mengangkat Tema "How to Create a Creative Event", inilah Kelas Keren Ketiga dari Pesta Komunitas Makassar 2018

Dengan lolosnya pelaku penculikan, tersebut melewati perbatasan Indonesia, hingga ke Tana Toraja. Tidak terlepas dari keteledoran dan pengawasan yang kurang ketat terhadap imigran asing, yang datang dan masuk ke Indonesia secara ilegal.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel telah menyerahkan para pelaku ke petugas Imigrasi kelas I Makassar untuk proses lebih lanjut.

Karena diduga para pelaku telah melakukan pelanggaran hukum, dengan masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal.

Dikonfirmasi, Kepala Kantor Imigrasi klas I Makassar, Andi Pallawarukka, mengaku bila anak yang menjadi korban penculikan tersebut telah diserahkan ke pihak Interpol untuk selanjutnya diserahkan ke pihak Kedutaan Argentina.

Sedangkan pelaku dan teman perempuannya, saat ini kata Andi Pallawarukka, masih berada di kantor Imigrasi guna menjalani pemeriksaan intensif. Terkait izin serta legalitas dan dokumen masuk ke Indonesia.

Baca Juga:  Dokter Nilai Manusia Bertelur di Gowa Tak Masuk Akal

“Keduanya saat kita periksa dan diminta menujukkan surat izin dan dokumen resminya sebagai imigran. Keduanya hanya memiliki dokumen identitas berupa paspor,” tandasnya.

Namun kata Andi Pallawarukka, keduanya tidak memiliki izin masuk berupa Visa untuk masuk atau berkunjung ke Indonesia secara legal.

Terkait sanksi yang akan diberikan terhadap kedua pelaku tersebut. Ia mengaku pihak imigrasi, hanya bisa memberikan sanksi deportasi dan pencekalan.

“Kami hanya bisa beri sanksi deportasi dan pencekalan. Sanksi pencakalan itu berlangsung 6 bulan tapi bisa di tambah lagi,” bebernya.

Terkait soal pengawasan terhadap kedua imigran ilegal yang tertangkap tersebut. Andi Pallawarukka mengaku, bukan karena adanya keteledoran dari pihak imigrasi.

Melainkan ini hanya masuk ke Indonesia tanpa melalui pemeriksaan resmi dari pihak imigrasi. “Secara otomatis tidak memiliki visa maka itu ilegal,” tegasnya.

Baca Juga:  Pendiri Fisip UI, Prof. Dr. TO. Ihromi Meninggal Dunia

(Reni Juliani)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.