Pendampingan dan Peran Multipihak, Kunci Kesuksesan Akselerasi Sertifikasi ISPO

Top Ad

INIPASTI.COM, Sumut – Perlu langkah percepatan Sertifikasi ISPO pekebun sesuai amanah Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2020, salah satunya melalui penyiapan petugas pendamping pekebun. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bekerjasama dengan Yayasan Kehati melalui program SPOS Indonesia dan Lembaga Pelatihan ISPO PT. Koompasia Enviro Institute menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Sertifikasi ISPO Pekebun mulai dari tanggal 13-17 Juni di Medan dengan lokasi praktek di Koperasi Gaharu Seratus kabupaten Simalungun dan Gapoktan Tani Mandiri kabupaten Batubara. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan sekaligus Ketua Sekretariat Pelaksana Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan, Dedi Junaedi, menyampaikan apresiasi kepada SPOS Indonesia atas dukungan untuk percepatan sertifikasi ISPO Pekebun. “Peserta dibekali tahapan proses sebagai pendamping dan peran penting mereka dalam meningkatkan pemahaman pekebun terhadap prinsip kriteria ISPO termasuk penguatan kelembagaan. Diharapkan kedepannya dapat diterapkan dengan baik, agar peran pendamping berfungsi optimal untuk mendampingi pekebun menuju sertifikasi ISPO. Keragaman peserta pelatihan diikuti 18 orang berasal dari pendamping, terdiri dari asosiasi dan Dinas yang membidangi perkebunan di wilayah mitra SPOS Indonesia yaitu provinsi Kaltim, Jambi, Sulbar, Kalbar, Kalteng, Sumut menjadi Legacy dalam perjalanan sertifikasi ISPO Pekebun,” ujarnya.

Pada akhir pelatihan peserta menyepakati rencana tindaklanjut pendampingan pekebun di lokasi masing-masing dan mengucapkan deklarasi sebagai komitmen mencapai sertifikasi ISPO pekebun di tahun 2023. Deklarasi Pendamping Sertifikasi ISPO Pekebun antara lain Mewujudkan perkebunan sawit rakyat berkelanjutan, Mendesiminasikan sertifikasi ISPO pada institusi kami, organisasi pekebun sawit rakyat, OPD Perkebunan dan pihak-pihak yang relevan mendukung pekebun, Meningkatkan kemampuan diri dan jejaring kerja ISPO serta tetap berbagi informasi maupun pembelajaran guna mendukung pekebun sawit, Bahu-membahu dan kerja bersama rekan peserta pelatihan (OPD Perkebunan & mitra Pendamping) dalam mendukung pemenuhan PnC pekebun khususnya aspek legalitas, dan Sembilan koperasi/lembaga pekebun kelapa sawit mendapatkan sertifikat ISPO tahun 2023.

Inline Ad

Lembaga Pelatihan ISPO PT. Koompasia Enviro Institute sebagai Lembaga Pelatihan yang selama ini telah melakukan pendampingan pekebun, menyampaikan dukungan dan komitmennya untuk membantu pendamping sertifikasi ISPO.

Dalam waktu yang bersamaan pada tanggal 15-16 Juni 2022 Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara melalui kegiatan APBD, turut menyelenggarakan sosialisasi ISPO Pekebun di kabupaten Labuhan batu dan Labuhanbatu Selatan bersama perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan dan Lembaga Pelatihan ISPO PT. Koompasia Enviro Institute, dihadiri 10 kelompok pekebun kabupaten Labuhanbatu dan 6 kelompok pekebun kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kelompok pekebun meminta bantuan pendampingan dan kemudahan untuk perolehan legalitas, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan dan pemenuhan prinsip kriteria ISPO.

Pada kegiatan tersebut disampaikan, PT. Koompasia Enviro Institute sebagai Lembaga Pelatihan ISPO di Sumatera Utara siap mendampingi kelompok bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Terdapat 2 (dua) potensi kelompok pekebun di kabupaten Labuhanbatu Selatan yaitu Gapoktan Aek Raso dan KUD Makmur Jaya yang dapat mencapai sertifikat ISPO di tahun 2022-2023.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Azaman Parapat, menyampaikan Dukungan kepada kelompok pekebun untuk memperoleh sertifikat ISPO, dan menginstruksikan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura agar membuat usulan kegiatan sosialisasi ISPO dan pendampingan pekebun di tahun 2023.

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.