Pendukung Capres Akan Diusir KPU Saat Debat, Jika

"Ya dikeluarkan (penonton yang membawa pengeras suara). Saya mengulangi bahwa debat itu tidak hanya melayani yang hadir saja, debat itu untuk melayani seluruh rakyat Indonesia," kata Wahyu pada Selasa (12/3). 

Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Sumber Ilustrasi: Pexels.com

JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak segan mengusir pendukung pasangan capres-cawapres dari arena debat saat debat ketiga pilpres dihelat pada 17 Maret mendatang. Hal itu akan dilakukan jika mereka kedapatan membawa peluit atau pengeras suara.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, suasana debat memang harus berlangsung kondusif. Sebab penontonnya bukan hanya mereka yang hadir di arena debat saja. Masyarakat lebih banyak menyaksikan melalui televisi.

“Ya dikeluarkan (penonton yang membawa pengeras suara). Saya mengulangi bahwa debat itu tidak hanya melayani yang hadir saja, debat itu untuk melayani seluruh rakyat Indonesia,” kata Wahyu pada Selasa (12/3).

Baca Juga:  SYL dan Wajah Pembangunan Sulsel Dalam Bingkai Foto

Agar masyarakat dapat menyimak jalannya debat dengan baik, para hadirin yang menyaksikan langsung harus tertib. “Sekarang coba dibayangkan yang hadir itu 450 orang di arena debat, jika dibandingkan dengan pemirsa di rumah dan warganet yang ingin melihat debat, mereka hanya berapa persennya. Apakah kita akan mengorbankan kepentingan rakyat yang besar hanya untuk membela sedikit pendukung kedua kubu saja?” ujar Wahyu.

Debat ketiga pilpres akan dilangsungkan di Hotel Sultan, Jakarta, pada 17 Maret mendatang. Pada debat ketiga, hanya cawapres masing-masing kubu yang hadir, yakni Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Baca Juga:  Akhmad Fathur Pahlevi Pimpin HMJ KPI FDK UINAM

Mereka akan beradu gagasan serta rencana program. Adapun tema yang diangkat dalam debat ketiga yakni perihal kesehatan, ketenagakerjaan, sosial-budaya, dan pendidikan. (MDS01)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.