Pendukung Nurdin Abdullah Bantah ada Pemukulan dan Bakar Atribut HMI

Pendukung Nurdin Abdullah saat konfrensi pers di Red Corner, Makassar, Selasa 20 Agustus.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Pendukung Nurdin Abdullah bantah telah melakukan pemukulan dan pembakaran terhadap bendera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sulsel, Senin 19 Agustus 2019 kemarin.

Ketua Aliansi Relawan Pendukung Nurdin Abdullah, Iwan Rusadi mengatakan massa pendukung Nurdin Abdullah tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap kader HMI saat melakukan aksi unjuk rasa kemarin.

Apalagi sampai membakar bendera atau atribut HMI, karena menurutnya banyak diantara pendukung Nurdin Abdullah merupakan mantan kader organisasi hijau hitam itu.

“Kami aliansi pro Nurdin Abdullah sangat cinta HMI, banyak alumni HMI merupakan pendukung Prof Nurdin Abdullah jadi tidak ada maksud untuk menjatuhkan atau membakar bendera HMI,” kata Iwan saat konfrensi pers di Caffe Red Corner, Makassar, Senin 20 Agustus 2019.

Ia mengatakan Nurdin Abdullah merupakan salah satu sosok yang cinta terhadap HMI. Apalagi latar Belakang Nurdin Abdullah sebagai akademisi sudah tentu tidak menginginkan adanya permusuhan dengan lembaga mahasiswa tersebut.

Baca Juga:  Jadi Pembicara pada Forum DPRD se-Indonesia, Ini Pemaparan Danny!

Iwan menjelaskan insiden nyaris bentrok antara pendukung Nurdin Abdullah dengan massa HMI yang mendukung pemakzulan itu hanya diingatkan agar tidak melakukan aksi unjuk rasa di lokasi tersebut karena bisa memicu konflik.

“Kejadiannya itu saat kami aksi dari pagi sekitar jam 2 adik-adik dari HMI datang melakukan aksi juga jadi beberapa teman-teman dari ketua lembaga memita kepada adik-adik HMI sebaiknya meninggalkan lokasi supaya kita hindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Ia menduga ada pihak yang ingin membenturkan pendukung Nurdin Abdullah dengan massa HMI. Sehingga ia meminta aktor-aktor yang bermain dibelakang massa HMI untuk menghentikan tindakan tersebut.

“Pendukung Prof Nurdin Abdullah cinta damai, mari kita sadari bersama, untuk kemajuan Sulsel, saya ingatkam kepada oknum-oknum yang ingin membenturkan kami, tabe mari kita bersama-sama menyadari itu,” pungkasnya.

Baca Juga:  LLDikti IX Sulawesi Berduka di Hari Raya Idul Adha, Salah Seorang Pegawainya Berpulang ke Rahmatullah

Sekadar diketahui insiden nyaris bentrok antara Mahasiswa HMI Badko Sulselbar terlihat dikerumuni oleh massa pendukung Nurdin Abdullah yang jumlahnya jauh lebih banyak.

“kami datang bukan saling mengganggu kami datang untuk menyampaikan anspirasi, kami dari Badko HMI Sulselbar,” ujar salah seorang korlap sesaat sebelum dibubarkan.

“jangan bawa bawa nama rakyat,” teriak salah seorang massa dari Relawan Prof Andalan.

Keributan pun tak terhindarkan, sejumlah demonstran HMI dikejar oleh Massa Relawan Prof Andalan hingga ke arah Fly Over. Insiden ini akhirnya berhasil dilerai oleh pihak kepolisian.

Adapun sidang hak angket Gubernur Nurdin Abdullah kembali ditunda untuk kedua kalinya, dari hasil rapat pimpinan (Rapim) DPRD Sulsel sidang paripurna hak angket kembali dijadwalkan pada Jumat, 23 Agustus mendatang.

Baca Juga:  Dewan Suarakan Nasib Petani

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.