Pengusaha Ekspedisi Adukan Pemkot Makassar ke DPRD Sulsel

Himpunan pengusaha ekspedisi Kota Makassar bersama sekretaris Fraksi PAN DPRD Sulsel, Andi Irwandi Natsir.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Sejumlah Pengusaha Ekspedisi merespon upaya Pemerintah kota Makassar terkait larangan gudang dalam kota. Mereka mendatangi kantor DPRD Sulsel menyampikan aspirasi kepada Sekretaris Fraksi PAN DPRD Sulsel, Andi Irwandi Natsir, Kamis 17 September 2019.

Ketua Himpunan Pengusaha Ekspedisi Kota Makassar, Hasanuddin mengadukan larangan gudang dalam kota oleh Pemkot Makassar terkesan tebang pilih. Sebab masih banyak gudang yang masih beroperasi dalam kota dan hanya sebagian yang dilarang.

“Iya seperti itu, kesannya ada tebang pilih karena seolah-olah hanya di tempat kami saja yang ditindaki pemkot,” ungkap Hasanuddin.

Keberadaan gudang dalam kota melanggar Perwali 20/2011 tentang larangan gudang dalam kota dan Perda 13/2009 tentang kawasan pergudangan terpadu.

Baca Juga:  Korban Meninggal KM Lestari Maju, Menhub Beri Santunan 50 Juta

Hanya saja Hasanuddin berharap pemerintah bertindak adil kepada semua pengusaha ekpedisi di Kota Makassar. Ia mengaku sengaja mendatangi DPRD Sulsel sebab upaya komunikasi selama ini hanya bertepuk sebelah tangan.

“Kami inikan pengusaha kecil yang seharusnya diberikan tempat, tapi kesannya upaya komunikasi kami hanya bertepuk sebelah tangan saja, makanya kami sengaja mengadu ke DPRD Sulsel saja sekalian,” beber Hasanuddin.

Sementara itu Andi Irwan sendiri mengaku akan mengagendakan pemanggilan Wali Kota Makassar, Disperindag dan Dishub Makassar guna meminta keterangan lebih jauh perihal aduan ini.

Setelah mendengarkan keluhan pengusaha ekspedisi, Legislator DPRD Sulsel fraksi PAN, Andi Irwandi Natsir mengaku akan membangun komunikasi dengan pihak pemerintah Kota Makassar.

Baca Juga:  Ini Alasan GP Ansor Salut dengan Sikap IYL

Namun saat ini ia mengaku DPRD belum bisa berbuat banyak karena belum ada pembagian alat kelengkapan dewan (AKD).

“Kesannya ada pihak-pihak yang sengaja melakukan ini untuk kepentingan pribadi, makanya nanti kita akan panggil Walikota, Disperindag dan Dishub setelah AKD dan Pimpinan Defenitif dilantik,” pungkas Andi Irwan.

Dalam Perwali diatur kawasan pergudangan direlokasikan ke dua kecamatan yakni Biringkanayya dan Tamalanrea.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.