Penjelasan Gubernur Soal Perusda Kalah Saing dalam Bisnis Properti di Sulsel

Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani bersama wakil ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif saat rapat paripurna DPRD Sulsel.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Perusda Sulsel yang telah ada sejak tahun 1976 diakui Sekertaris Daerah (Sekda) Sulsel, Abdul Hayat Gani sengaja dibentuk untuk menjajal bisnis properti, sayangnya Perusda gagal bersaing dengan perusahaan swasta.

Perusda Sulsel pada awal pembentukannya memfokuskan kegiatan usahanya di bidang properti. Pilihan bidang usaha ini dianggap cocok di masa-masa awal pembentukannya, karena belum atau baru akan diusahakan, ataupun jenis produksinya belum memenuhi kebutuhan masyarakat.

Inline Ad

Dalam perkembangan, bidang usaha itu makin diminati oleh usaha swasta dan koperasi, yang kemudian menjelma sebagai “kompetitor” Perusda di lapangan usaha yang sama. Dalam kompetisi itu, Perusda justru tertinggal dan kalah saing.

“Untuk itu Perusda Sulsel perlu melakukan reorientasi sifat dan tujuan usahanya dari semula mix dengan prima public service menjadi profit motif,” ungkap Abdul Hayat Gani mewakili gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membacakan penjelasan gubernur terkait Ranperda perubahan Perusda menjadi Perseroan Daerah (Perseroda), Senin (9/12/2019).

Baca Juga:  Staf Diboyong Ramai-Ramai ke Jakarta, Perintah Roem Diabaikan

Gagal berkompetisi, Perusda memang saat ini tengah diupayakan untuk diubah menjadi Perseroan Terbatas Daerah (Perseroda), namun hingga saat ini persetujuan DPRD Sulsel diperlukan sebagai pihak yang berwenang dalam pembentukan legislasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perusda Sulsel, Taufik Fachruddin yang ditemui usai Paripurna mengatakan perubahan status hukum perusda menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) ini memang diusulkan, mengingat terbatasnya Perusda selama ini.

Baca Juga:  Pemkot Makassar Gelontorkan Rp98 Juta Demi Smart Camera

Menurutnya dengan perubahan status ini nantinya, pihaknya akan mudah mendapatkan kegiatan usaha baik lokal maupun dari luar negeri, lantaran telah menggunakan payung hukum perseroan terbatas.

“Dengan menggunakan payung hukum perseroan, tentu bisnis-bisnis dari dalam dan luar negeri akan mudah untuk kami (bersaing),”ungkap Taufik lagi.

Olehnya kedepan jika Peraturan Daerahnya telah disetujui dan disahkan, Taufik mengaku Perseroda ini akan mudah membangun Holding Company dan menghasilkan banyak uang untuk menyumbang dalam PAD Sulsel nantinya.

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.