Penjelasan Mahfud MD Soal Ferdy Sambo Dibawa ke Provos Polri

INIPASTI.COM – Menko Polhukam, Mahfud MD, menegaskan pengusutan dugaan pelanggaran etik dan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo bisa berjalan seiringan.

“Yang ditanyakan orang, kok (dibawa) ke Provos? Apakah cuma diperiksa dalam pelanggaran etik?” kata Mahfud di akun instagramnya.

Inline Ad

Mahfud menjelaskan, menurut hukum, pengusutan dugaan pelanggaran etik dan pelanggaran pidana itu bisa sama-sama jalan, tidak harus saling menunggu dan tidak bisa saling meniadakan, sebagaimana dilansir Liputan 6.

“Artinya, kalau seseorang dijatuhi sanksi etik bukan berarti dugaan pidananya dikesampingkan. Pelanggaran etik diproses, pelanggaran pidana pun diproses secara sejajar.”

Mahfud memberi contoh kasus Akil Mochtar di Mahkamah Konstitusi. Ketika yang bersangkutan ditahan karena sangkaan korupsi setelah kena OTT, maka tanpa menunggu selesainya proses pidana, pelanggaran etiknya diproses dan dia diberhentikan dulu dari jabatannya sebagai hakim MK melalui sanksi etik.

“Itu mempermudah pemeriksaan pidana karena dia tidak bisa cawe-cawe di MK. Beberapa lama setelah sanksi etik dijatuhkan barulah dijatuhi hukuman pidana.

Pemeriksaan pidana itu lebih rumit sehingga lebih lama dari pemeriksaan pelanggaran etik.”

“Jadi publik tak perlu khawatir, penyelesaian masalah etika ini malah akan mempermudah pencepatan pemeriksaan pidananya jika memang ada dugaan dan sangkaan tentang itu,” pungkas Mahfud (syakh/lip)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.