Penyebab Utama Perubahan Iklim, Dr. Thomas Newsome: Kondisi Darurat Berarti Kita Tidak Merespon

INIPASTI.COM, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerangkan bahwa temperatur bumi yang tinggi  telah berdampak mencairkan es terbesar di Greenland. Fenomena mencairnya es ini menjadi parameter buruk yang akan menaikkan tinggi permukaan air laut.

Penulis utama Dr. Thomas Newsome, dari University of Sydney mengungkapkan: “Kondisi darurat berarti bahwa jika kita tidak bertindak atau merespons dampak perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon kita, mengurangi produksi ternak kita, mengurangi pembukaan lahan dan konsumsi bahan bakar fosil, dampaknya mungkin akan lebih parah daripada yang kita alami sampai saat ini.”  

Para peneliti tersebut juga menunjukkan enam bidang yang harus segera ditangani demi membuat perubahan besar, dan salah satunya adalah bidang makanan sebagaimana kutipan berikut ini:

“…Perubahan pola makan besar diperlukan, kata para peneliti, agar orang-orang menyantap sebagian besar tanaman dan mengurangi konsumsi produk hewani. Mengurangi limbah makanan juga dianggap penting.”

KEHILANGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Kerusakan yang disebabkan oleh produksi peternakan mengancam flora dan fauna di seluruh dunia. Gaya hidup nabati di seluruh dunia diperhitungkan dapat mencegah lebih dari 60% kehilangan keragaman hayati.

Contoh: Di Mongolia, 82% dari keseluruhan area tanah ditujukan sebagai padang rumput permanen bagi hewan ternak untuk merumput, yang merupakan ancaman tunggal terbesar bagi kehilangan keragaman hayati di Mongolia dan seluruh Asia Tengah.

PENGGUNDULAN HUTAN

Peningkatan peternakan merupakan salah satu penyebab utama penggundulan hutan.

Sejak 1990-an sekitar 90% penggundulan hutan Amazon dikarenakan pembersihan lahan untuk tempat merumput sapi atau menanam makanan untuk peternakan.

PENGGURUNAN

Penggurunan disebabkan oleh penggembalaan ternak yang berlebihan dan perluasan dari area menanam sumber makanan bagi peternakan. Lebih dari 50% erosi tanah di Amerika Serikat disebabkan oleh peternakan, yang menyebabkan penggurunan.

Baca Juga:  Sering Di-Bully, Siswa SD di Bulukumba Pindah Sekolah

Pada tahun 2010, Irak, Tiongkok, Chad, Australia dan Mongolia, di antara negara lainnya, dilaporkan mengalami kekeringan yang parah, dengan penggembalaan peternakan membuat kondisi semakin parah.

PENYAKIT

Lebih dari 65% penyakit menular manusia diketahui ditularkan melalui hewan. Kondisi yang kotor dan tidak manusiawi dari pabrik peternakan menjadi pusat bakteri dan virus yang mematikan seperti flu burung dan flu babi.

Penyakit lainnya yang berhubungan dengan memakan daging: TBC, listeria, penyakit Crohn, penyakit sapi gila, campylobacter, Staphylococcus aureus, penyakit makanan-dan-mulut, HIV.

EMISI GAS RUMAH KACA

Peternakan dan produknya bertanggung jawab atas setidaknya 51% seluruh emisi gas rumah kaca.

METANA yang hampir 100 kali lebih berdaya daripada CO2 selama periode 5 tahun, namun menghilang dari atmosfer jauh lebih cepat dibandingkan dengan CO2 yang butuh waktu berabad-abad atau ribuan tahun.  Sumber metana terbesar yang disebabkan oleh manusia adalah peternakan.

KARBON HITAM, (4.470 kali lebih berdaya daripada CO2), terutama dihasilkan dari hutan dan padang rumput yang dibakar demi peternakan, bertanggung jawab atas 50% peningkatan total temperatur di Arktik dan percepatan terhadap mencairnya lapisan es di penjuru dunia. Karbon hitam tertinggal di atmosfer hanya selama beberapa hari atau minggu, jadi mengurangi emisi ini dapat menjadi jawaban cepat yang efektif untuk memperlambat pemanasan dalam waktu dekat ini.

DINITROGEN OKSIDA adalah gas rumah kaca dengan potensi sekitar 300 kali lebih panas daripada CO2. Enam puluh lima persen dari emisi dinitrogen oksida di dunia berasal dari industri peternakan.

PENGGUNAAN TANAH

Produksi peternakan menggunakan 70% dari seluruh tanah pertanian dan 30% permukaan tanah tanpa-es di planet ini.

Baca Juga:  HMJ Jurnalistik UINAM Menguatkan Silaturahmi Dengan Menggelar Raker.

KERUSAKAN LAUTAN

Sektor peternakan adalah sumber polusi gizi terbesar, yang menyebabkan perkembangan alga beracun dan penyusutan oksigen, menyebabkan “zona mati” di laut yang tidak mampu untuk mendukung makhluk laut apapun.

90% dari semua ikan besar telah menghilang dari lautan, sebagian besar akibat kelebihan penangkapan ikan.

POLUSI

Dari semua sektor, industri daging adalah sumber polusi air terbesar. Limbah ternak yang berlebihan dan tidak diatur, pupuk kimia, pestisida, antibiotik, dan zat pencemar terkait ternak meracuni saluran air.

Kotoran ternak sudah dikenal sebagai penyebab utama baik itu polusi air tanah dan pemanasan atmosfer. Terlebih lagi, kebocoran kotoran dan pupuk pertanian lainnya bertanggung jawab terhadap sekitar 230 penyusutan oksigen di zona-zona mati di sepanjang pesisir AS saja.

Contoh: Zona mati di Teluk Meksiko yang dihasilkan akibat limbah ternak adalah salah satu yang terbesar di dunia sebesar lebih dari 8.000 mil persegi.

PEMAKAIAN SUMBER DAYA BERLEBIHAN

Bahan Bakar

Satu potong daging sapi panggang seberat 6 ons memerlukan 16 kali energi bahan bakar fosil lebih banyak daripada satu hidangan vegan berisi tiga jenis sayuran dan nasi.

Satu kilogram daging sapi setara dengan berkendara sejauh 250 kilometer dan menyalakan lampu 100-watt selama 20 hari tanpa henti.

Tanah

Satu orang pemakan daging memerlukan dua hektar untuk mendukungnya. Tapi, dua hektar yang sama bisa mendukung gaya hidup sehat dari 80 orang vegan.

Makanan

Saat ini, 80% anak-anak yang kelaparan tinggal di negara-negara yang mengekspor hasil pertanian yang biasanya dijadikan makanan ternak.

Dua pertiga ekspor biji-bijian AS digunakan untuk memberi makan ternak bukannya untuk memberi makan manusia.

Baca Juga:  Himakep FKM UMI Gelar Mubes ke-X

Memproduksi 1 kilogram daging sapi memerlukan 7 kilogram biji-bijian untuk makanannya yang bisa digunakan secara langsung untuk konsumsi manusia, sementara menghasilkan kurang dari sepertiga jumlah protein dari biji-bijian itu.

Sekitar 40% persediaan biji-bijian dunia diberikan kepada ternak. dan 85% dari kedelai kaya protein dunia diberikan untuk makanan sapi dan hewan lainnya.

Air

Satu orang menggunakan lebih dari 15.000 liter air perharinya untuk pola makan daging, ini 15 kali lebih banyak dibanding pemakaian air vegan.

KEKURANGAN AIR

Menurut Stockholm International Water Institute, pertanian bertanggung jawab terhadap 70% dari semua pemakaian air, sebagian besar untuk produksi daging.

Memerlukan lebih dari 200.000 liter air untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi, tapi hanya perlu 2.000 liter untuk memproduksi 1 kilogram kedelai, 900 liter untuk menghasilkan gandum, dan 650 liter untuk menghasilkan jagung.

(Citizen Reporter/Potat)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.