Penyebar Hoaks Bisa Dijerat UU Terorisme

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan orang-orang yang menyebarkan berita bohong atau hoaks bisa dijerat menggunakan Undang-Undang (UU) Terorisme.

Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Sumber Ilustrasi: Pexels.com

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan orang-orang yang menyebarkan berita bohong atau hoaks bisa dijerat menggunakan Undang-Undang (UU) Terorisme. Dia berpendapat, penyebaran hoaks dapat dikategorikan sebagai tindakan terorisme.

“Hoask ini meneror masyarakat. Terorisme ada yang fisik dan nonfisik, tapi (hoaks) kan teror karena menimbulkan ketakutan,” kata Wiranto pada Rabu (20/3).

Dia mengatakan sejatinya terorisme adalah suatu tindakan yang menimbulkan ketakutan di masyarakat. “Kalau masyarakat diancam dengan hoaks untuk tidak (datang) ke TPS, itu sudah terorisme. Untuk itu maka kita gunakan UU terorisme,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Makassar Resmikan Fasilitas Sanitasi Sekolah Dasar Program Prosper

Wiranto menilai saat ini penyebaran hoaks sangat masif. “Karena itu harus kita hadapi sebagai teror. Kita harus tindak keras, dengan tegas, dengan berpatokan dengan aturan,” ucap Wiranto.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum pernah menyebut bahwa penyebaran hoaks dapat menurunkan kualitas pemilu. KPU mengatakan hoaks harus dijadikan musuh bersama. Hal itu penting dilakukan guna menjaga mutu perhelatan pesta demokrasi lima tahunan. (MDS01)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.