Perlintasan Sebidang Disamping Rel, Pemda Diminta Aktif Sosialiasi Kereta Api

Jalur rel kereta api Makassar-parepare yang terdapat perlintasan sebidang yang dibangun warga, (Dok: PPK Perkeretaapian Barru-Pangkep)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Memasuki 5 tahun pembangunan proyek Kereta Api Trans Sulawesi, Makassar –Parepare yang dibangun di Kabupaten Barru, pada tahun 2015, sampai saat ini menunjukkan progress mencapai 32 persen dengan total panjang jalur KA adalah 45,5 Km. Tahun  2020, pengerjaan ini ditargetkan bisa naik menjadi 42 persen, dimana panjang jalur harus diselesaikan 59,6 Km.

Namun, dari target perencanaan tersebut masih terdapat beberapa kendala paling utama adalah lahan. Dimana, saat ini telah dilakukan proses konsinyasi untuk daerah Pangkep dan Maros.

Inline Ad

Kepala Humas Pengembangan Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Arinova G Utama menjelaskan, menyebutkan di dua daerah tersebut telah dilakukan proses konsinyasi untuk beberapa bidang.

Selain masalah lahan ini, Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga mengalami permasalahan diantaranya adanya jalur perlintasan sebidang yang ada disamping rel kereta api, yang dibuat oleh masyarakat

“Kami sudah sering menemukan ini, beberapa kali inspeksi pasti ada perlintasan sebidang ilegal yang terbangun untuk jalur motor. Sudah dipindahkan ada lagi, makanya ini memerlukan sosialisasi ke masyarakat terkait bahayanya perlintasan  ini, walaupun ini belum beroperasi,” kata Arinova dalam, seminar 5 tahun Pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi, Makassar -Parepare, Progress dan Perkembangannya. Yang dilaksanakan oleh Unhas, dan Masyarakar Perkeretaapian Indonesia (MASKA) dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan LPJK Sulsel, Jumat (22/5)

Baca Juga:  Revisi UMP Sulsel, Buruh Diminta Sabar

Ia juga menambahkan sering kali jalur kereta api yang mereka telah bangun ini di blok oleh masyarakat, “kami juga sudah sering sosialisasi ke masyarakat tentang kehadiran Kereta Api ini, dan manfaatnya,”terangnya.

Selain itu, Arinova menjelaskan selain masalah perlintasan sebidang ini masalah lainnya adalah rumput vetyver yang digunakan sebagai penahan slope timbunan dibabat oleh warga untuk pakan sapi, “rumput ini fungsinya untuk stabilitas lereng” ujarnya

Untuk itu, Arinova meminta kepada pemerintah daerah, baik itu Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk turut serta dalam melakukan sosialisasi ini, “Kami sudah mulai juga mengundang masyarakat Barru, bahkan ada dari Makassar agar nantinya, ini bisa lebih sadar tentang kehadiran Kereta api ini,” tegasnya

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah menjelaskan bahwa diantara infrastruktur transportasi yang sedang dibangun saat ini, Makassar New Port, perluasan Bandara Sultan Hasanuddin yang paling ditunggu adalah Kereta Api Makassar –Parepare ini.

Baca Juga:  Kampung Literasi Kini Hadir di Kabupaten Gowa

Arafah menambahkan, dirinya menjadi salah satu orang yang turut ambil bagian dari awal perencanaan hingga progres pembangunannya di 2014 lalu. Seharusnya Kereta Api ini ditahun 2018-2019 telah beroperasi, namun memang banyak variabel yang harus diselesaikan satu persatu termasuk masalah lahan. Sehingga muncul stigma di masyarakat apakah ini bisa jadi atau tidak. “Kalau pemerintah tentu masih tetap optimisme, bahwa ini bisa diselesaikan. Namun memang kondisi Kereta Api Makassar-Parepare tidak mudah. Faktanya, muncul kejenuhan di masyarakat  sehingga terjadi seperti itu,”paparnya

Arafah menyatakan, pihaknya telah diminta untuk fokus pada penyelesaian salah satu Proyek Strategis Nasional ini. Salah satu langkah yang dilakukan dengan pertemuan pada Februari lalu, dengan menghadirkan stake holder terkait untuk menyamakan persepsi untuk pembebasan lahan ini.

” Kesimpulannya pada saat itu Kereta Api bisa rampung pada 2020, namun dengan kendala yang dihadapi terutama ditengah pandemi ini, sepertinya akan bergeser lagi, tapi jangan terlalu lama , makanya kami akan segera melakun komunikasi dan koordinas dengan dinas terkait apa saja kendalanya,”

Baca Juga:  Inovasi Pendidikan Gowa Dilirik Kalsel

Arafah menyatakan bahwa sosialisasi ini memang harus dilakukan secara massif sehingga masyarakat paham tentang manfaat dari kehadiran Kereta Api ini.

(Iin Nurfahraeni)

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.