Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Akhir Tahun Diprediksi 7,4 Persen

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sepanjang tahun 2018 kondisi perekonomian secara global masih belum stabil,  apalagi tahun ini banyak tantangan yang dihadapi sehingga menyebabkan kondisi ekonomi tumbuh tidak merata dan penuh ketidakpastian. Hal ini diprediksi masih akan berlanjut sampai tahun 2019.

Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 3,73 persen, kemungkinan akan melandai pada tahun ke 3,70 persen pada tahun 2019.

Walaupun mengalami kondisi ekonomi belum stabil. Namun kinerja ekonomi Indonesia pada tahun 2018 cukup baik dengan stabilitas yang cukup terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang bergejolak di tengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif tersebut. Sinergi dinilai sebagai kunci untuk mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi negara maju.

Hal ini diungkapkan oleh Bank Indonesia pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia yang mengangkat tema “Sinergi Ketahanan dan Pertumbuhan” di Hotel Claro, Makassar, Selasa (4/12). Kegiatan ini dibuka Asisten (II) Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Pemrov Sulsel Muhammad Firda.

Ia mengungkapkan, kondisi perekonomian global belum sepenuhnya kondusif, oleh karena itu sinergi adalah kunci untuk memperkuat ketahanan dalam menghadapi dampak hambatan global dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomu menuju negara maju yang sejatera ditengah pertumbuhan ekonomi global yang tidak kondusif.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Temani JK Kunjungi Nipah Mall

Firda menyampaikan, Sulsel memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Sangat strategis, berada di tengah-tengah wilayah Indonesia dan sebagai hub Indonesia timur. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah mendorong investasi dan tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru.

“Perekenomian Sulsel 2018 cukup baik dengan stabilitas yang tetap terjaga, untuk itu beberapa pelajaran penting dalam perjalanan ekonomi Sulsel yang dapat dipetik dalam memperkuat sinergi ketahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan serta kondisi ekonomi global yang masih kurang kondusif,” sebutnya.

Dipaparkan olehnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel pada triwulan ketiga tahun 2018 mencapai Rp123,06 triliun, sedangkan PDRB perkapita Sulsel sebesar Rp48,21 juta tumbuh signifikan jika dibandingkan PDRB Sulsel pada tahun 2013 Rp21,3 juta.

Ekonomi Sulsel pada triwulan ke tiga tahun 2018 mampu tumbuh 7,17 persen lebih tinggi dari nasional yang tumbuh 5,17 persen. Secara keseluruhan tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Sulsel akan berada pada kisaran 7,1-7,41 persen.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo Resmi Jadi Gubernur

Upaya mengendalikan harga juga menunjukkan hasil yang baik, tingkat inflasi sampai November 2018 tercatat 3,68 persen year on year (YoY). Prospek ekonomi Sulsel tahun 2018 tumbuh di kisaran 7,2-7,6 persen.

Inflasi diperkiran masih akan berada pada rentang sasarannya, sebesar 3,5 persen sedangkan PDRB per Kapita mencapai Rp57,55 juta rupiah, tingkat kemiskinan 9,06 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,2 persen dan indeks gini ratio 0,390.

“Untuk dapat mendorong perekonomian Sulsel maka diperlukan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dimana ke depan, akan didorong sumber ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi komoditas Sulsel, infrastruktur berkelanjutan dan membangun destinasi wisata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BI Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso, menyampaikan prediksi BI terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulsel, sepanjang tahun 2018 adalah sebesar 7,0 hingga 7,4 persen dan ini lebih tinggi dari capaian nasional.

Selanjutnya, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Sulsel juga akan berlanjut, BI memperkirakan, tahun 2019 ekonomi Sulsel akan berada pada kisaran 7,2-7,6 persen dengan berbagai tantangan yang masih menjadi perhatian.

Baca Juga:  Dua Oknum Mahasiswa Umi Nekat Mencuri di Baitul Mal

Salah satu hal diperkirakan dapat menjadi pendorong ekonomi Sulsel berlanjutnya peningkatan infrastruktur di Sulsel.

“Peningkatan infrastruktur ini akan memberikan multiplier effect sehingga pertumbuhan menjadi inklusif sekaligus memberikan akses pariwisata yang kebih baik,” jelasnya.

 

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.