Perundungan di Media Sosial Lebih Berat Dibandingkan Offline

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Perundunga di Media Sosial ternyata memiliki, dampak yanh sangat besar dibandingkan dengan kehidupan nyata.

Inline Ad

Hal ini terungkap, saat kegiatanTim Penggerak PKK Sulsel bekerjasama dengan Andalan Mengaji, menggelar Talkshow Perempuan dan Anak, di Baruga Karaeng Pattingalloang.

Talkshow yang mengangkat tema Upaya Penanggulangan dan Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak ini, menghadirkan Anggota Komnas Perempuan, Prof Alimatul Qibtiyah.

Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, tema ini diambil karena melihat banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di masyarakat. Termasuk di dunia pendidikan.

“Banyak sekali kasus perundungan dan pelecehan, bahkan di dunia pendidikan. Kita harap, ada masukan upaya apa yang bisa kita lakukan,” kata Naoemi.

Sementara, Anggota Komnas Perempuan, Prof Alimatul Qibtiyah, dalam pemaparannya, mengatakan, dampak sosial media terhadap generasi memang sangat besar. Kasus perundungan juga banyak terjadi di sosial media, dan biasanya dimulai dari unggahan konten pribadi yang kemudian dibagikan berkali-kali.

“Perundungan di media sosial, dampaknya sepuluh kali lipat dari perundungan offline. Membuat trauma luar biasa,” kata Prof Alimatul.

Pelecehan seksual, pornografi, dan kekerasan, sambung Prof Alimatul, juga biasa dijumpai dalam beragam bentuk. Baik tulisan, pesan suara, gambar, dan video. Kecanduan, atau ketergantungan terhadap penggunaan media digital atau gawai, juga harus menjadi perhatian bersama.

“Semua harus turun tangan. Bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tapi tugas semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Guru Besar Kajian Gender ini juga menyoroti tingginya angka perceraian akibat KDRT hingga perkawinan anak.

(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.