Perusda Sulsel Soft Launching Pemanfaatan GSPH

Resepsionis Grand Sayang Park Hotel sedang menerima sejumlah tamu, yang chek in di hotel tersebut (Iin Nurfahraeni)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Grand Sayang Park Hotel akan mulai beroperasional. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo akan meresmikan langsung pemanfaatan hotel yang terletak di Jalan Manunggal 22 Makassar ini.

Hotel ini terletak diantara Taman Maccini Sombala atau yang biasa disebut Maccini Sombala of Indonesia (MoI). Dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Sulsel, dengan kepemilikan aset 100 persen milik Pemprov Sulsel.

Direktur Utama Perusda Sulsel Haris Hodi mengatakan, hotel ini dibangun dengan anggaran Rp16 miliar dari hasil penjualan saham yang dimiliki Pemprov di Hotel Imperial.

Baca Juga  PT Garuda Indonesia Diminta Buka Rute Makassar-Osaka

“Hotel ini dirintis sejak tahun 2012, sejak persiapan dan negosiasi, khususnya ke PT Lippo Karawaci Tbk. Ini dibangun dari penjualan saham Pemprov 0,08 persen dari Hotel Imperial, anggaran ini digunakan untuk membangun fisik dari hotel ini, ” terangnya

Dengan fasilitas lengkap, hotel bintang tiga ini memiliki 100 kamar dan dikelola sepenuhnya oleh pemerintah provinsi. Menggunakan jasa konsultan perhotelan milik Lariz Group Hotel. Haris mengakui hotel ini diyakini mampu bersaing dengan Hotel Bintang 3 lainnya.

Baca Juga  Ketua Forum Telematika KTI: Bisnis Startup Lahirkan Jutawan Muda

Untuk pangsa pasar sendiri, Haris menyebutkan jika pihaknya menyasar event atau aktifitas Organisasi Perangkat Daerah Baru (OPD) terutama yang berada di lingkup Pemerintah Provinsi, seperti pelatihan dan sebagainya.

“Misalnya training atau pelatihan. Hotel ini hadir bukan untuk menjadi saingan hotel lain,” sebutnya.

Baca Juga  Syahrul Ajak PSMTI Kembangkan Sektor Pariwisata Sulsel

Terdapat empat ruangan meeting yang menampung 50, 75 dan 150 orang peserta. Ia menyebutkan saat ini penyempurnaan hotel ini terus berproses hingga tiba saatnya grand launching nantinya. Misalnya, bagian kelistrikan dan penyediaan akses internet yang belum seratus persen.

Untuk perizinan, Haris menjelaskan, izin operasional dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sudah selesai. Walaupun masih ada izin lain yang sedang berproses. (Iin Nurfahraeni)

Leave a Reply