Site icon Inipasti

Petani Milenial Tegaskan Menjadi Garda Terdepan Berantas Mafia Benih

INIPASTI. COM, CIANJUR – Ketua Umum Badan Pengurus Harian Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA) Republik Indonesia Sandi Octa Susila menyayangkan pernyataan yang terkesan terburu buru dari Menteri BUMN terkait maraknya mafia benih. Fakta di lapangan saat ini tidak ada masalah terkait benih dan tidak ada keluhan petani milenial tentang kelangkaan benih. Terlebih harga benih di pasaran masih normal dan tingkat ketersediaan benih juga masih dikatakan cukup.

Sandi menerangkan bagaimana benih yang beredar saat ini adalah benih yang bersertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) sehingga dapat dipastikan benih sangat terkontrol dan memiliki angka produktivitas, viabilitas dan vigor yang tinggi sesuai standart nasional.

“Petani Milenial dan Andalan yang sudah terjaring dalam komunitas kami di Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan RI serta Resonansinya kurang lebih sekitar 23.000 Orang di 34 Provinsi dan 119 kabupaten serta Kota diseluruh pelosok tanah air, dan dalam komunitas kami, Alhamdulillah tidak ada keluhan dari petani milenial terkait kelangkaan benih, tidak ada juga isu terkait Mafia Benih, yang tentunya apabila ada mafia benih ditengah-tengah kita, Kami petani milenial akan berada digarda terdepan membasmi dan memberantas mafia-mafia tersebut. Karena kita semua menyakini bahwa mafialah yang melakukan monopoli/oligopoli pasar sehingga membuat ketimpangan dalam tatanan ekonomi nasional,” Tegasnya.

Sebagai generasi milenial Sandi menyatakan bahwa ia dan rekan-rekan petani milenial lainnya sangat mengapresiasi Kementan yang telah memberikan kesempatan kepada petani serta wirausaha muda pertanian untuk dapat mengembangkan usaha di bidang pertanian melalui inovasi dan kreatifitasnya.

Adanya pendampingan, pelatihan dan berbagai program regenerasi petani menjadi ajang bagi petani milenial untuk meningkatkan kualitas serta kapasitasnya dalam mengembangkan sektor pertanian.

Pemilik perusahaan Mitra Tani Parahyangan (MTP) yang bergerak di bidang hortikultura sayuran ini telah membina sekitar 385 orang petani. Tentunya ia pun menggunakan bibit unggul yang bersertifikasi untuk menghasilkan produk hortikultura yang optimum dan sesuai permintaan pasarnya.

Exit mobile version