Pimpin Upacara HAB Kemenag Ke-74, Gubernur Sulsel Bacakan 6 Pesan Menteri Agama RI

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dilaksanakan di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Puncak Hari Amal Bhakti (HAB) ke-74 Kementerian Agama Tingkat Prov. Sulsel diupacarakan dan diikuti oleh ribuan peserta yang berasal dari Kanwil Kemenag Sulsel, UIN Alauddin Makassar, Balai Diklat Keagamaan dan Balai Litbang Keagamaan Makassar serta Kemenag Kota Makassar.

Upacara HAB-Ke 74 tahun ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel Prof. DR. H. Nurdin Abdullah, M.Agr dan didampingi oleh Kakanwil Kemenag Sulsel H. Anwar Abubakar.

Inline Ad

Dalam Sambutan Tertulis Menteri Agama RI, yang dibacakan oleh Gubernur Sulsel yang juga Mantan Bupati Kab. Bantaeng 2 Periode ini Menyampaikan bahwa Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama. Kita semua bisa berdiri di tempat ini, tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan generasi terdahulu.

Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Haji Mohammad Rasjidi. Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan. Sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan, Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam negara Pancasila, siapa pun dengan alasan apa pun tidak diperkenankan melakukan propaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran agama dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. Demikian pula segala kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara.

Agama dan Negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Sejarah dunia sampai abad kedua puluh hanya mengenal dua teori menyangkut hubungan agama dan negara, yaitu “teori integrasi”, penyatuan agama dengan negara, dan “teori sekularisasi”, pemisahan agama dengan negara. Para founding fathers negara kita dengan bimbingan Allah Yang Maha Kuasa mengenalkan teori alternatif, yaitu “teori akomodasi” menyangkut hubungan agama dan negara yang belum dikenal saat itu di negara mana pun.

Baca Juga:  Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang Lepas Kloter 1 Embarkasi Hasanuddin

Saya perlu menegaskan disini bahwa penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan, tetapi harus dalam “satu kotak” untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara. Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaliknya penguatan identitas bernegara bila dipisahkan dari spirit beragama dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme.

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun 2020 ialah, “Umat Rukun, Indonesia Maju”, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Pusat dan di Daerah, agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama di Tanah Air. Kerukunan antar umat beragama merupakan modal kita bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional. Kementerian Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama.

Untuk itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat. Dalam kesempatan memperingati Hari Amal Bakti Ke-74 Kementerian Agama, secara khusus saya mengajak jajaran Kementerian Agama di seluruh Indonesia untuk memperhatikan 6 (enam) hal sebagai berikut:
1. Pahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara;
2. Jaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan;
3. Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan;
4. Perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat;
5. Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah Pancasila yang mempersatukan anak bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan.
6. Implementasikan Visi dan Misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan, Tutupnya

Baca Juga:  Sebab Manusia Harus Malu pada Semut

Sementara itu, kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Anwar Abubakar usai pelaksanaan Upacara secara khusus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra kerja Kementerian Agama, terutama DPRD Provinsi dan Kab/kota se-Sulsel, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian, secara khusus kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati/Walikota se-Sulsel, majelis-majelis agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga dakwah, serta rekan-rekan media, atas dukungan dan kerjasamanya membantu kelancaran tugas dan program Kementerian Agama Sulawesi Selatan selama ini. Utamanya, tentu tidak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh aparatur Kementerian Agama, baik yang masih aktif maupun yang telah purna bakti atas segala dedikasi dan pengabdiannya.

Akhirnya, saya meminta kepada segenap aparatur Kementerian Agama, berikanlah seluruh kemampuan yang saudara-saudara miliki untuk semakin dekat melayani umat dan menjaga nama baik Kementerian Agama. Semoga pengabdian saudara-saudara kepada negara, bangsa dan agama selalu mendapat ridla
Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Selamat memperingati Hari Amal Bakti, Harapnya.

Baca Juga:  Koordinator Kopertis IX Minta Dosen Teladani Nabi Muhammad SAW

Di Upacara HAB ke-70 itu juga , Gubernur Sulsel berkenan menyematkan penghargaan Satya lencana Pengabdian 10, 20 dan 30 tahun kepada aparatur Kementerian Agama baik yang berasal dari Kanwil, Kemenag Kota Makassar, UIN Alauddin, BDK dan Balitbang Keagamaan Makassar.

Hadir di kesempatan Tersebut Selain Pejabat di Lingkup Kanwil Kemenag Sulsel, juga tampak yang mewakili Rektor UIN Alauddin Makassar, Kepala Biro Kesra Pemprov. Sulsel, Kepala Balai Diklat dan Kepala Balai Litbang Keagamaan makassar, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, Kepala kantor Kemenag Kota Makassar beserta Jajarannya, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Prov. Sulsel dan Kota Makassar. (wrd)

Dilaporkan oleh :
Mawardy Siradj
Pelaksana Pada Subbag Informasi dan Humas
Kanwil Kemenag Prov. Sulsel

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.