Pimpinan DPRD Sulsel Tunda Paripurna Rekomendasi Hak Angket

Pimpinan DPRD Sulsel.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menunda paripurna penyerahan rekomendasi hasil sidang panitia angket DPRD Sulsel. Paripurna sebelumnya dijadwalkan hari ini Senin 19 Agustus 2019.

Namun ditunda hingga Jumat 23 Agustus dengan alasan pimpinan DPRD Sulsel meminta panitia angket untuk melakukan koreksi terhadap rakomendasi hasil kerja yang diajukan.

Wakil ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah Erbe mengatakan pihaknya memberikan waktu 3 hari untuk melakukan perbaikan atas rekomendasi kerja panitia angket.

“Beberapa hal penting dalam laporan pansus butuh koreksi, perbaikan dan kita beri waktu 3 hari untuk kita bahas ulang hari Jumat nanti,” kata Ulla sapaan akrab Ni’matullah, Senin 19 Agustus 2019.

Baca Juga:  KPU Makassar Ragu Libatkan Difabel Jadi Penyelenggara

Penundaan hingga 23 Agustus ini, kata dia karena batas kerja panitia angket hanya sampai 24 Agustus saja.

Lanjut Ulla, point perbaikan yang pertama yaitu sistematika penulisan, harus lebih runut sehingga muda dibaca, kemudian kalimat-kalimat harus memenuhi kaidah narasi yang normal sesuai dengan UU. Seperti kata pemakzulan yang dinilai tidak terdapat dalam UU.

“Karena dalam UU kita tidak ada tentang kata pemakzulan yang ada dalam bahasa hukum itu pemberhentian tetap. Contoh bahasa seperti itu dikoreksi dan diperbaiki,” ucapnya.

Pimpinan juga meningatkan bahwa hasil kerja Pansus itu bentuknya laporan. Sehingga apapun yang menjadi rekomendasi entah itu pemberhentian atau yang lain, maka ada hak menyatakan pendapat yang memiliki mekanisme tersendiri.

Baca Juga:  Tutup Diklat Prajabatan, Wabup Gowa : ASN Harus Profesional

“Kita ingatkan bahwa tesis awal hak angket itu adalah menyangkut adanya kecurigaan kita bahwa sudah sampai pada tuduhan kita bahwa terjadi dualisme di pemerintahan provinsi,” pungkas ketua DPD Demokrat Sulsel itu.

Sementara ketua DPRD Sulsel, Moh. Roem mengatakan hasil rapat pimpinan menyetujui dilakukan perbaikan atas rekomendasi panitia angket.

“Tadi sudah dikemukakan, Rapim ini setuju untuk diperbaiki baik sistematika, cara penyajiannya, pilihan katanya dengan menggunakan istilah yang normatif,” ujarnya.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.