PKB: Selisih Elektabilitas Adama-Dilan dalam Rentang Margin of Error

INIPASTI.COM, MAKASSAR, — Wakil Ketua PKB Sulsel, Fauzi A Wawo, mengajak seluruh simpul pemenangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda, semakin memasifkan sosialisasi untuk pemenangan pasangan calon dengan akronim Dilan. Hal itu penting guna menjaga tren elektabilitas pasangan doktor dan dokter ini yang terus naik cukup signifikan. 

Inline Ad

Bang Uci-sapaan akrab Fauzi A Wawo, menyampaikan berdasarkan hasil survei terbaru internal PKB, selisih elektabilitas Dilan dengan paslon Danny Pomanto-Fatmawati (Adama) sangat tipis. Legislator Sulsel ini bahkan menyebut selisih elektabilitas antara Adama dan Dilan sudah masuk rentang margin of error atau toleransi tingkat kesalahan.

“Saya barusan terima hasil survei internal PKB, ya jujur saja memang pertarungan Pilwalkot Makassar 2020 masih berkutat antara mantan wali kota (DP) dan mantan wakil wali kota (Syamsu Rizal alias Deng Ical). Tapi, selisih elektabilitasnya sekarang sangat tipis sekali, sudah masuk margin of error,” ucap dia, Sabtu (19/9/2020).

Baca Juga:  Jika Head to Head, Appi-ARB Bisa Menang

Menurut Bang Uci, sisa waktu tiga bulan lebih dari cukup bagi Dilan untuk memenangkan Pilwalkot Makassar 2020. Terlebih, saat ini mesin pemenangan dari parpol pengusung: PDIP, Hanura dan PKB bersama ratusan komunitas relawan baru bekerja melakukan sosialisasi sekaligus menggalang dukungan untuk Dilan. 

“Insya Allah, Dilan akan dilantik dan menjadi pemimpin untuk semua menuju Makassar Kota Sombere’. Kuncinya sekarang mari jaga soliditas dan jangan kendor dalam kerja-kerja pemenangan. Kita tidak boleh lengah, tetap rapatkan barisan dan bekerja maksimal hingga hari pemilihan,” ucapnya. 

Baca Juga:  PDIP-PKB-Hanura Fokus Persiapkan Deklarasi dan Pendaftaran Dilan ke KPU

Lebih jauh, Bang Uci menyampaikan PKB masih akan melakukan survei elektabilitas setelah tahapan penetapan pasangan calon. Namun, pihaknya enggan merinci lembaga survei maupun hasilnya secara detail. Survei itu ditegaskan memang sebatas konsumsi internal sebagai bahan evaluasi untuk kerja-kerja pemenangan pada Pilkada Serentak 2020.

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.