Presiden: Hoaks Harus Diluruskan untuk Hindari Perpecahan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kabar bohong atau hoaks dan fitnah harus bisa diluruskan.

Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Sumber Ilustrasi: Pexels.com
Top Ad

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kabar bohong atau hoaks dan fitnah harus bisa diluruskan. Sebab jika tidak dilakukan, hal tersebut berpotensi menyebabkan perpecahan bangsa.

“Saya titip betul bahwa yang namanya fitnah dan hoaks harus diluruskan agar perpecahan dan gesekan bisa kita hindari,” kata Jokowi saat mengadakan pertemuan dengan kiai, habib, dan ustaz se-Jabodetabek di Istana Negara, Kamis (7/2).

Menurut Jokowi, fenomena penyebaran hoaks yang masif tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga negara-negara lain. Hal itu dia ketahui dari informasi yang disampaikan para pemimpin negara di Asia maupun Eropa. “Para emir dan raja di Timur Tengah menyampaikan hal yang sama, karena media sosial tidak bisa kita hambat dan larang,” katanya.

Baca Juga:  Dikontak Presiden China, Jokowi Tawarkan Bantu Tangani Corona

Momentum pemilu serentak, tentu akan menyebabkan penanganan hoaks semakin sulit. “Di negara kita ini terlalu banyak peristiwa politik, ada pemilihan bupati, ada pemilihan wali kota, ada pemilihan gubernur, ada pemilihan presiden,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan ustaz yang selalu menjalin silaturahmi dengan penyelenggaran negara atau pemerintah. Menurutnya, hal itu akan menciptakan ketentraman dan kesejukan bagi negara.

Baca Juga:  Presiden umumkan kabinet, sambil duduk di tangga istana kepresidenan

“Kalau ulama dan umara itu dekat dan sering saling silaturahmi, sering bertemu menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan keumatan, Insyaallah negara ini akan tetap adem, ayem, tenteram, dingin, dan sejuk,” kata Jokowi. (MDS01)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.