PSI: AAB Belajar “Baper” di Demokrat Jadi Emosional Ketika di Gerindra

Pengurus DPP PSI, Andi Saiful Haq

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Sekretaris Bappilu DPP PSI Andi Saiful Haq menyarankan agar juru bicara (Jubir) Prabowo-Sandi, Andry Arief Bulu (AAB) untuk lebih banyak lagi membaca buku dan belajar tentang teori komunikasi politik.

“Jika AAB mempersoalkan mengenai cara PSI menyampaikan piala itu, ya itu persolan dia. Menyebut kami kekanak-kanalan dan masih labil, saya rasa AAB harus banyak membaca kembali buku-buku teori komunikasi politik,” kata Saiful Haq.

Saiful menilai, AAB keliru dan emosional menghubungkan antara pemberian Kebohongan Award dan piala terkait kebohongan kepada Prabowo-Sandi dengan elektabilitas PSI.

“Bagi PSI ini bukan soal elektabilitas, ini soal bagaimana menarik kembali kontestasi politik elektoral ke gelanggang perdebatan gagasan yang lebih substantif,” kata Saiful.

Baca Juga:  Mantan Cawabup Pimpin NasDem Soppeng

“Jadi jika AAB pikir PSI kekanak-kanakan, kita tidak ada merasa dipermalukan. Itu hanya perasaan AAB saja. Mungkin karena AAB belajar “Baper” saat di Demokrat lalu jadi emosional ketika di Gerindra,” ujarnya.

Sebelumnya, Andry Arief Bulu menyebut PSI sebagai partai panokom atau partai nol koma yang akan gagal di Pemilu.

“Terbukti dalam semua survey, baik oleh yang independen atau surveyor dari grup mereka, semua menempatkan PSI sebagai PANOKOM. Partai nol koma, dan bisa di pastikan terdegradasi dalam pemilu 2019 ini,” kata Andry, Sabtu, (5/1/2019).

Baca Juga:  Golkar Siapkan Strategi Khusus Jaga Elektabilitas NH-Aziz

Menurutnya, PSI belum memiliki rekam jejak sama sekali. Termasuk tawaran program yang disebutnya tidak jelas.

“PSI ini partai baru, yang rekam jejaknya dikancah politik Indonesia sama sekali tidak ada, program jualan tidak jelas, tokoh partai juga nihil. Mereka tidak punya basis suara,” kata Andry.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.