Rampung 44 Km, Pengoperasian Kereta Api Sulsel Tunggu Operator

Lokomotif Kereta Api Trans Sulawesi yang melintas di rel kereta api. DPM dan PTSP Sulsel, menyambut baik rencana Kemenhub mengandeng swasta dengan sistem KPBU (Istimewa)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Progress pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN), Kereta Api Trans Sulawesi tahap I Makassar-Parepare, tepatnya di Kabupaten Barru saat ini sudah hampir rampung, menyisakan penyelesaian konstruksi 5 stasiun.

Kepala Humas Pengembangan Perkeretaapian Sulawsi Selatan, Arinova G Utama, menjelaskan saat ini jalur kereta api di Kabupaten Barru dengan panjang 44 Km sudah selesai, “Sudah hampir rampung,” katanya melalui pesan singkat, Kamis (8/11)

Ia menambahkan, pengoperasian secara resmi Kereta Api ini nantinya akan dilakukan jika semuanya sudah siap sarananya

“Jalurnya sudah siap, cuma memang untuk operasionalnya sejauh ini belum ada operator sarana kereta api nya, dan ini aturannya berada di pusat,”ujarnya.

Mengenai apakah penunjukan operator akan melalui proses lelang dan ini bisa BUMN dan Swasta, Ia menyatakan bahwa itu menjadi kebijakan dari pusat, yaitu Direktorat Lalu Lintas, Ditjen KA. Namun, Arinova mengaku tidak mengetahui detailnya akan seperti apa mengingat, pihaknya adalah tim prasarana.

“Kalau operator sudah ada, maka akan dioperasikan secara parsial jalur yang ada di Kabupaten Barru. Sedangkan untuk jalur Pangkep-Maros sekitar 59 Km, saat ini pembebasan lahan terus dirampungkan agar pengerjaan konstruksi bisa segera dimulai dan diharapkan selesai akhir 2020.” paparnya.

Baca Juga:  NA Buka Pasar Murah Ramadhan

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan saat ini melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian dalam hal ini, Tim Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur (Satuan Kerja Pengembangan Perkeretaapian Makassar – Parepare) terus merampungkan pembebasan lahan di dua kabupaten yaitu Pangkep dan Maros.

Setelah beberapa waktu lalu, pembayaran lahan di Maros. Kali ini mereka membayarkan 5 bidang lahan untuk warga yang berada di Kabupaten Pangkep, dengan nilai Rp. 1.644.105.000

Sekertaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Zulmafendi, menyampaikan bahwa ini merupakan tahap awal untuk pembayaran lahan jalur KA Makassar – Parepare di kabupaten pangkep dan akan terus berlanjut.

“Hari ini (Rabu,red) ada lima bidang tanah yang kita lakukan penyelesaian pembayaran ganti rugi di Pangkep. Insya Allah pekan depan akan ada lebih banyak lagi bidang tanah yang kita selesaikan pembayarannya. Saat ini memang baru ada lima bidang tanah yang masuk ke kami untuk dilakukan pembayaran ganti rugi,” ujarnya.

Zulmafendi berharap agar masyarakat dapat memahami manfaat dan fungsi dari hadirnya kereta api di Sulawesi Selatan. Tentunya, kata dia, pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak, dan masyarakat dapat merasakannya.

Baca Juga:  Makassar Sumbang 8% Suksesnya Sophie Paris di Seluruh Dunia

Seperti diketahui Proyek Kereta Api Makassar-Parepare ini mulai dikerjakan tahun 2015 yang dimulai dari tahap I, yaitu jalur kereta api di Kabupaten Barru. Proyek perkeretaapian Trans-Sulawesi ditargetkan mencapai panjang 2.000 Km dari Makassar ke Manado.

Jaringan jalur kereta yang menghubungkan wilayah yang berpotensi angkutan penumpang dan komoditas berskala besar itu diperkirakan membutuhkan dana investasi yang besar. Pemerintah kemudian membuka diri, terkait pembiayaan Kereta Api ini. Selain menggunakan anggaran dari APBN, salah satu proyek PSN ini juga menggunakan sistem KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha)

Proyek KPBU Makassar-Parepare yang pertama adalah pembangunan jalur simpang ke Tonasa dan Bosowa, dengan nilai investasi CAPEX sekitar 1 Trilliun dan OPEX 2 Trilliun. Adapun pemenangnya saat ini untuk proyek KPBU tahap pertama Makassar-Parepare adalah Konsorsium PT Pembangunan Perumahan Tbk. Konsorsium PT Pembangunan Perumahan Tbk. Proyek KPBU dengan skema pengembalian investasi berupa pembayaran ketersediaan layanan (Availability Payment) ini sebesar Rp 246,74 miliar.

Badan usaha lain yang tergabung dengan konsorsium PTPP adalah PT Bumi Karsa, PT China Communication Construction Engineering Indonesia, dan PT Iroda Mitra. Konsorsium PTPP mengungguli dua konsorsium lainnya, yaitu konsorsium Korea Rail Network Authority , Kyeryong Construction Industrial Co. Ltd., dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., serta konsorsium PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Len Industri, dan PT Waskita Toll Road.

Baca Juga:  Investor Belanda Lirik Investasi Pengolahan Air Bersih

Konsorsium PT PP-BK-CCCEI-IM ini telah membentuk Badan Usaha dengan nama PT. CRI (Celebes Railway Indonesia)

(Iin Nurfahraeni/Berbagai Sumber)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.