RDP dengan DPRD Sulsel, Hiswana Migas Beberkan Penyebab Kelangkaan Elpiji

Rapat dengar pendapat komisi B DPRD Sulsel bersama Pertamina dan Hiswana Migas di gedung DPRD Sulsel, Senin 12 Agustus 2019.

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Komisi B DPRD Sulsel dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel bersama pihak Pertamina dan Hiswana Migas Sulsel melakukan rapat dengar pendapat di ruang komisi B DPRD Sulsel, Senin 12 Agustus 2019.

Rapat yang dilakukan ini terkait masalah kelangkaan gas elpiji tabung 3 Kilogram yang terjadi dibeberapa daerah di Sulsel.

Berdasarkan laporan pihak pertamina kelangkaan gas elpiji disebabkan karena penyalagunaan untuk kepentingan lahan pertanian akibat musim kemarau beberapa bulan terakhir ini.

Ketua DPD VII Hiswana Migas Sulawesi Hasbidin HS mengatakan kondisi yang membuat kelangkaan ini karena penggunaan yang tidak tepat sasaran.

Berdasarkan temuan banyak penggunaan untuk memompa pengairan pertanian dan penggunaan perikanan. Padahal gas elpiji 3 KG bersubsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

“Dulu mereka gunakan 12 Kg memompa air tapi sekarang menggunakan 3 KG dengan alasan lebih ringan,” kata Hasbidin HS dalam rapat tersebut.

Baca Juga:  KAMI Bagi Bibit Cabai dan Makanan Tambahan ke Warga Manggala

“Di Bone kami temukan kapal nelayan mereka biasa bermalam dilaut dengan mengangkut sampai 10 tabung,” ujarnya.

Masalah lain, kata dia pengusaha Laundri juga menggunakan gas elpiji 3 KG untuk pengeringnya. Begitu juga dengan rumah makan besar yang masih menggunakan elpiji 3 KG.

Penyalagunaan elpiji oleh pengusaha ‘nakal’ mempengaruhi ketersediaan pasokan untuk masyarakat yang berhak membutuhkan.

Sementara Pjs Manager komunikasi dan CSR MOR, Ahad Rahedi mengatakan elpiji bersubsidi untuk kewenangan pertamina itu hanya dilevel pangkalan karena memang lepas dari pangkalan langsung ke masyarakat.

Namun ada jalur peran pengecer yang menyambungkan jalur distribusi dari pangkalan ke lokasi yang lebih jauh. Jadi dari situlah perlu pihak pertamina yakni pemerintah daerah dan Hiswana Migas.

Baca Juga:  Srikandi RMS Kumpul Dana Untuk Bayi Penderita Infeksi Otak di RS Wahidin

“Kami juga meredam dengan menyiapkan penambahan fakultatif 9,9 persen bentuk antisipasi kami untuk permintaan konsumen,” kata Ahad.

Ahad menambahkan Pertamina juga telah melakukan operasi pasar yang mulai dari tanggal 4, 8, dan 9 Agustus. Bahkan Jelang Idul Adha, pihaknya juga melakukan operasi penuh kepada seluruh agen dan pangkalan.

“Kami juga target penambahan pangkalan satu desa kerja sama dengan bumdes,” pungkasnya.

Anggota komisi B DPRD Sulsel, Yusran Paris meminta Disperindag dan Hiswana Migas untuk menindak tegas pelaku usaha yang sering menggunakan gas elpiji 3 KG untuk kepentingan usahanya.

“Kami harap ada langkah yang tepat untuk mengatasi persoalan ini. Karena ini bisa berdampak ke masyarakat,” kata Yusran.

Baca Juga:  15 Camat Kota Makassar Menanti Putusan KASN

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.