Rektor Unismuh Makassar: Mahasiswa harus Berjiwa Entrepreneurship

Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM berjabat tangan dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Palopo, Dr Salju, SE,MM disaksikan Ketua BPH UM Palopo, H Jabbar Hamseng usai menandatangani MoU bersama.-nasrullah
Top Ad

INIPASTI.COM, PALOPO- Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM, telah berhasil membakar semangat mahasiswa baru tahun ajaran 2019-2020 Univertas Muhammadiyah Palopo, ketika memberikan kuliah umum di Aula Kampus UM Palopo, Senin 16 September 2019.

Dalam kuliah umum, Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM mengambil tema “Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa untuk Membangun Sumber Daya Manusia Indonesia Sejahtera dan Berkemajuan”.

Prof Rahman Rahim yang mengaku sejak menjadi mahasiswa sudah memiliki jiwa entrepreneurship. Dengan jiwa ini pula yang dimiliki maka sejak mahasiswa sudah mandiri sehingga untuk belanja sehari-harinya tidak lagi harus menunggu kiriman dari orang tua, tapi hasil usaha sendiri.

Terkait dengan tema yang dibawakan, Prof Rahman Rahim, meminta kepada mahasiswa baru UM Palopo dapat bersungguh-sungguh belajar sehingga bisa selesai tepat waktu. Tidak hanya itu, tetapi Prof Rahman juga meminta kepada mahasiswa tidak hanya kapasitas akademiknya saja yang ditingkatkan tetapi juga dapat mengembangkan soft skillnya.

Baca Juga:  Telusuri Jejak Kehadiran Islam di Sulsel, Ini yang Dikunjungi Mahasiswa

“Selain memiliki kapasitas ilmu pengetahuan yang memadai yang diperoleh dibangku kuliah tetapi juga bisa menambah kapasitas soft skillnya, karena ini sangat membantu untuk terjun kedalam dunia kerja,”ujar Prof Rahman Rahim.

Menggambarkan kondisi Indonesia tahun 2019 berdasarkan data BPS, menunjukkan penduduk miskin sekitar 25, 14 juta dari total penduduk Indonesia saat ini. Yang menganggur jumlahnya sekitar 7,24 juta diantaranya 618.000 orang adalah penganggur terdidik (sarjana dan diploma).

Masalahnya kata Prof Rahman Rahim, pertambahan penduduk tidak seiring dengan pertambahan jumlah lapangan kerja dan juga ada kultur yang berkembangan di tengah masyarakat di negara ini, bahwa sebelum mereka menjadi PNS maka dirinya menganggap belum bekerja.

“Pemikiran maupun pemahaman tentang difinisi bekerja itu harus diubah, karena sampai saat ini masih banyak orang salah menafsir tentang bekerja,”ujar Prof Rahman Rahim.

Dikatakan, di negara kita ini setiap tahunnya tersedia kurang lebih 900 ribu orang angkatan kerja, sementara hanya 250 ribu orang saja yang bisa terserap, maka berarti masih ada sekitar kurang lbih 650 ribu orang yang tidak terserap lapangan kerja setiap tahunnya. Melihat keadaan ini maka, Prof Rahman Rahim, mahasiswa tidak ada jalan lain harus menjadi entrepreneurship.

Baca Juga:  Asah Bakat Bermain Musik, Sejumlah Sekolah Makassar Ikuti Festival Band TSM

Sebuah negara dapat dikatakan maju bila mana penduduknya 10 persen adalah pengusaha. Ini indicator sebuah negara maju. Bagaimana dengan Indonesia? Saat ini pengusaha yang ada di Indonesia baru mencapai 3,1 persen dari total penduduk Indonesia, artinya penduduk Indonesia yang bergerak di dunia usaha masih sangat kurang.

Dikatakan, Prof Rahman Rahim, janganlah mengira jika orang berjiwa entrepreneurship itu semuanya harus berujung menjadi pengusaha. Padahal menurut Prof Rahman, orang yang berjiwa entrepreneurship itu adalah orang yang memiliki keinginan kuat untuk selalu maju, penuh kreativitas, penuh inovasi dan tidak pernah mengenal putus asa. Sehingga jika kampus ini mau maju maka semuanya harus berjiwa entrepreneurship.

“Jadi jiwa entrepreneurship ini bukan saja dimiliki oleh orang-orang yang bergerak di dunia usaha tetapi juga pengelola universitas. Olehnya itu bila menginginkan perubahan maka ubalah pola piker anda, apakah mau menjadi pencari kerja atau pencipta kerja,”kunci Prof Rahman Rahim.-nasrullah-

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.