Riset : Biopori Menyuburkan Tanah dan Mencegah Banjir di Perkotaan

INIPASTI.COM, JAKARTA- Banjir ada dimana-mana. Berita ini menjadi buming, yang disorot media mengenai “Jakarta Banjir” tiap bulan. Pimpinan menjadi sasaran yang tidak becus mengatasi banjir. Lantas bagaimana cara mengatasi secara ilmu tanah. Sebelum kita bahas, yuk kita simak pernyataan daru Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkapkan penyebab wilayah Jakarta dan sekitarnya rentan banjir setiap kali hujan deras.

Alasan terkuat yang menyebabkan ibu kota mudah banjir adalah karena banyaknya daerah resapan tanah yang diambil alih menjadi bangunan.

Inline Ad

“Daerah-daerah resapan sudah mulai tertutup oleh bangunan, drainase juga tidak jalan,” ujar Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang ditemui di Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (25/2/2020), dikutip detik.com

Baca Juga:  Surya Darma: Energi Paling Eksis Adalah Energi Terbarukan

Solusi umumnya adalah perlu adanya perubahan pola pikir masyarakat tentang pengurangan sampah saat pembelian. Selain itu, sesudah konsumsi melalui pemilahan sampah organik dan non-organik.

Salah satu solusi versi soil science, yang dapat dilakukan dalam mengatasi banjir adalah biopori. Pembuatan biopori minimal 1 rumah memiliki 2 biopori dan pemasangan biopori pada lahan sarana umum dapat mengurangi banjir.

Tenyata biopori juga dapat menyuburkan tanah. Pembuatan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi kompos (pupuk alami).

Istilah keren untuk biopori adalah istana cacing, walaupun sebenarnya penghuni biopori bukan hanya cacing. Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lahan pemukiman perkotaan yg sempit. Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah.

Baca Juga:  Cina Sudah Membuang 159.000 Ton Limbah Medis Sejak Epidemi

Dikutip halaman jurnal.ugm.ac.id, biopori tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

Pembuatan biopori sebaiknya dilakukan pada area terbuka yang akan terkena air hujan. Sebagai warga Indonesia yang cinta tanah air, kita semua bisa membuatnya di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.

(Dhirga Erlangga)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.