Rute Kereta Api, Barru-Palanro Ditarget Rampung Oktober 2018

Suasana rel kereta api Trans Sulawesi tahap pertama dibangun di Desa Lalabat Kecamatan Tanete Rilau Barru (FOTO/Istimewa)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Proyek Kereta Api Trans Sulawesi, yang saat ini sedang dikerjakan ditargetkan dapat beroperasi pada Oktober 2018 mendatang. Rute yang akan beroperasi ini rencananya Barru-Palanro.

Seperti diketahui, sebanyak 13 proyek Kereta Api siap beroperasi pada 2018. Salah satunya Kereta Api Trans Sulawesi,direncanakan siap untuk dioperasikan, jalur yang akan dilalui kereta api yaitu Barru-Palanro sepanjang 44 kilometer.

Inline Ad

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengungkapkan salah satu Kereta Api yang akan beroperasi di Sulsel, KA Trans Sulawesi, dengan rute Barru -Palanro.

“Yang sudah ditunggu oleh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Sulawesi setelah sekian lama, pada Oktober 2018, angkutan kereta api akan kembali beroperasi di wilayah Sulawesi,” kata Zulfikri.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan untuk Kereta Api Sulsel dari LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara), Henry Hidayat, menjelaskan sampai saat ini progress pengerjaan rata-rata sudah diatas 75 persen. Kecuali untuk pembangunan Stasiun Kereta.

“Iya, sementara ini dirampungkan, sejauh ini, progressnya cukup bagus. Tahun ini pembangunan Stasiun akan mulai dilakukan,” ungkap Henry, Rabu (24/1/2018).

Ia menambahkan untuk stasiun dengan rute Barru-Palanro akan dibangun sebanyak lima unit, sedangkan rute Maros itu sebanyak delapan unit. Ia berharap ini bisa selesai tepat waktu, sehingga bisa digunakan sesuai target opersionalnya.

Mengenai jenis kereta api yang akan beroperasi, Henry mengaku jika biasanya untuk pertama kali beroperasi biasanya Kereta Api perintis atau penumpang.

Sedangkan untuk anggaran, Kereta Api Trans Sulawesi, untuk Tahun Anggaran 2018 ini, KA Makassar-Parepare ini mendapat kucuran Rp 1,3 Triliun. Henry menyebutkan, anggaran tersebut terbagi untuk segmen Barru-Palanro sebanyak Rp 681 miliar (lanjutan pekerjaan tahun 2017), sedangkan untuk segmen Barru -Maros Rp 583 miliar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang menjelaskan sampai saat ini pengerjaan Kereta Api tersebut masih dilakukan untuk rel sebenarnya inikan bisa sampai 70 Km, tinggal pengerjaan trase saja, karena bantalan juga cukup. Untuk pembebasan lahan sudah tinggal bayar.

“Saya sempat lewat waktu dari Soppeng, sementara dikerjakan termasuk untuk jembatan. Kalau progres belum dapat laporan, nanti saya akan coba konfirmasi,” ujar Agus.

(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Leave a Reply