Sekda Minta Daerah Segera Rampungkan Lahan Kereta Api

Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat Gani (Istimewa)
Top Ad

INIPASTI.COM. MAKASSAR – Setelah melakukan rapat bersama dengan sejumlah pihak terkait dengan kelanjutan pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi tahap I, Makassar-Parepare. Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel , Abdul Hayat Gani mengungkapkan ada beberapa point yang diputuskan.

Menurutnya, dalam rapat tersebut Pemprov  meminta agar daerah yang dilalui jalur Kereta ini, (Barru, Pangkep, dan Maros, red) segera merampungkan masalah lahan yang akan dibangun jalur track Kereta Api ini.

“Kami minta daerah segera menyelesaikn ini, dan harus segera ditindak lanjuti. Tiga Bupati, (Barru, Pangkep , Maros. Red) harus mengawal percepatan pembebasan lahan ini, “ kata Hayat, pada inipasti.com, Kamis (19/9)

Ia menyebutkan permasalahan yang terjadi dilapangan ini, masyarakat menolak harga yang diberikan terhadap lahan mereka. Namun inikan sudah diatur tinggal dilaksanakan, “warga menolak harga yang telah ditetapkan, seperti yang di Pangkep ini masih berproses di pengadilan belum ada hasilya, “ujarnya lebih jauh.

Baca Juga:  Distribusi BBM Dan BBG Akan Langka Jelang Lebaran? Ini Alasannya

Namun, Hayat mengatakan bahwa masalah lahan di Pangkep ini menjadi dasar sehingga nantinya tidak ada masalah lagi dalam pembebasan lahan selanjutnya termasuk. “Ini menjadi dasar agar segera dilakukan percepatan pembebasan lahan,” tegasnya

Seperti diketahui, Kereta Api Trans Sulawesi tahap I, Makassar –Parepare mulai dilakukan  pada tahun 2015, di Kabupaten Barru, saat ini progres proyek tersebut masih tetap berjalan termasuk dengan pembangunan 5 stasiun yang akan dilalui oleh Kereta Api pertama di Sulawesi nantinya.

Akhir tahun 2019,salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan rampung dengan pencapaian yaitu 44 Km, yang sudah 100 persen untuk mainline track. Kemudian dilanjutkan dengan jalur kearah pelabuhan Garongkong dengan panjang 4,7Km yang telah rampung sekitar 60 persen.

Baca Juga:  Gila, Cabai Berkontribusi Besar pada Inflasi!

Terpisah, Kepala Humas Pengembangan Perkeretaapian Sulawsi Selatan, Arinova G Utama mengungkapkan sejauh ini proses pengerjaan masih track dan juga pembangunan lima stasiun di Barru.

“Akhir bulan ini mulai persiapan jembatan yang melewati jalan nasional, selesai jembatan kereta api ini angka progres nya diharapkan bisa naik signifikan lagi,” paparnya.

Untuk lahan di Pangkep sekitar 2035 lahan sedangkan di Maros ada 204 lahan, yang akan dilakukan pembebasan lahan nantinya.

Di Pangkep sendiri, ada 19 warga yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Pangkep, kepada tim pembebasan lahan pembangunan rel kereta api. Hal ini dilakukan karena harga yang diberikan tidak sesuai, dimana ditaksir Rp 70 ribu permeter untuk rumah, sedangkan sawah Rp 30 ribu permeter.

Baca Juga:  Andi Sudirman Akan Bentuk Satgas Khusus Tangani Anak Yatim

(Iin Nurfahraeni)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.