Sempat Bersitegang, Akhirnya Keluarga Almarhum Mudiyono Berdamai dengan Pihak RS Daya

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pada Kamis 28 Mei 2020, pasien atas nama Mudiyono, laki-laki berusia 49 tahun datang ke Rumah Sakit (RS) Daya untuk berobat dengan keluhan bengkak dan tampak luka pada betis kiri. Dari hasil assessment awal dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD), pasien didiagnosa menderita diabetes.

Sehingga Dokter dil UGD menghubungi penanggung jawab (DPJP) dr. Arwi.A Sp.B kemudian atas advise DPJP dianjurkan untuk rawat Inap dengan terapi.

Inline Ad

Namun takdir berkehendak lain esok harinya tanggal  29 Mei 2020 pasien meninggal setelah dirawat. Kemudian Jenazah dibawa keluarga ke rumah duka untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Pulau Jawa.

Baca Juga:  Aktor Star Wars Meninggal Dunia Karena Covid-19

Menurut salah satu petugas RS Daya Akbar Gobel, malamnya, pihak keluarga almarhum datang ke RS untuk meminta surat keterangan bebas Covid-19 karena pihak maskapai yang akan membawa jenazah  tidak mau menerima jika  tidak melampirkan surat tersebut.

“Kami dari pihak RS menolak mengeluarkan surat karena almarhum bukan pasien Covid-19 dan tidak pernah diperiksa rapid atau swab jadi itu bukan wewenangnya RS untuk terbitkan surat tersebut,” terangnya.

Akibat tidak adanya surat tersebut, oknum yang mengatas namakan keluarga almarhum datang ke RS  marah-marah tanpa alasan meminta direktur dan manajemen RS  dicopot dari jabatannya karena menganggap tidak becus melayani pasien.

Baca Juga:  Intelijen AS: Laporan Publik Tiongkok Covid-19 Tidak Lengkap

“Kami dari pihak rumah sakit mencoba memanggil yang bersangkutan, akhirnya beliau datang untuk  diberikan pengertian sehingga yang bersangkutan memahami kesalahannya,” tuturnya.

“Yang bersangkutan sudah menyadari bahwa apa yang dilakukannya menyalahi prosesur hukum dan  beliau sudah meminta maaf serta menghapus video yang dibuat untuk menyudutkan pihak RS Daya,” tutupnya. (rls)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.