Seni Menghargai

Top Ad

Opini Oleh: Dr. Ade Mujhiyat

(Pegiat Kegiatan Filantropi Yayasan Tebar Amal Shaleh Banten)

Inline Ad

INIPASTI.COM, OPINI — Setiap orang pasti merasa senang ketika dihargai. Atas kerja keras dan karya yang dihasilkannya. Tentu dengan penghargaan yang tulus tanpa basa-basi.

Namun dalam kenyataan hidup yang dijalani, tidak semua orang bisa menghargai dan menghormati orang-orang yang ada di sekitarnya dengan tulus. Pada saat ini, ada kecenderungan manusia tidak lagi dapat menghargai orang lain. Masih banyak yang memperlakukan orang secara tidak adil dan manusiawi.

Bahkan masih ada saja yang memperlakukan orang lain dengan semena-mena, terutama yang lebih rendah dari dirinya. Tapi sebaliknya, ia justru tetap memperlakukan dengan baik dan santun penuh perhatian pada orang yang dianggap lebih tinggi derajatnya dari dirinya.

Penting disadari bahwa tuntutan menghargai orang lain sejatinya bukan karena seseorang itu tinggi derajatnya atau lebih baik dari kita. Namun justru sesungguhnya penghargaan terhadap orang lain tidak boleh membeda-bedakan stratifikasi tersebut. Kita harus bisa menghargai seseorang sekalipun ia lebih rendah derajatnya dan bahkan sekalipun orang tersebut dinilai kurang baik.

Disinilah justru letaknya keadilan dalam menghargai. Ketika kita dapat memandang semua manusia layak dihargai dan dihormati. Seseorang akan dipandang memiliki kualitas moral paling tinggi justru ketika ia mampu menghargai orang lain, sekalipun jahat. Karena dengan demikian, dia akan mampu menyingkap tabir kebaikan yang ada di sekitarnya.

Dalam menghargai orang lain kita harus mampu memosisikan dan mendudukkan orang lain sama  pentingnya dengan diri kita. Artinya, jika seseorang merasa dirinya penting dan berharga, maka ia pun harus sadar dan memahami juga bahwa orang lain pun penting dan berharga.  Perlakuan seperti ini adalah  sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang mulia, berbudi luhur, agamis, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

Disamping itu, hal penting dalam menghargai orang lain adalah hendaknya kita mampu memberi ruang atau jalan bagi orang lain untuk maju dan berkembang. Tentu dengan cara memfasilitasi dan terus memotivasi dalam mencapai keberhasilan.

Fasilitasi dan motivasi dapat dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga orang tersebut mendapatkan tempat untuk berkekspresi mengembangkan bakat, talenta, dan kemampuan yang dimilikinya secara maksimal. Kita harus terus berupaya agar orang lain maju dan berkembang.

Sesungguhnya penghargaan terhadap orang lain akan menciptakan kedamain dan kebaikan serta meningkatkan kualitas kemanusiaan setiap individu. Jika seseorang gemar menghargai orang lain, maka akan banyak orang yang respek padanya. Ia akan diterima dan diharapkan keberadaanya. Ibarat hukum tabur tuai. Apa yang kita tabur, itu juga yang akan dituai.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan dan membiasakan seseorang dalam menghargai orang lain, sebagaimana diungkapkan Sukiman (2016), yaitu: Pertama, bersikap dan menghormati orang lain dengan baik tanpa memandang usia, agama, ras, dan budaya. Kedua, tidak membicarakan kejelekan orang lain. Ketiga, mendengarkan orang lain ketika berbicara tanpa memotong pembicaraan. Keempat, berbicara dengan sopan dan santun. Kelima, tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah. Keenam, tidak memaksakan kehendak pada orang lain. Ketujuh, menerima orang lain yang berbeda fisik, agama, atau ras. Kedelapan, menghargai privasi orang lain.

Sementara menurut Erzhal Risan Wikata (2017), cara-cara lain yang bisa membantu seseorang agar makin menghargai orang lain, adalah:   bersikap ramah, bersikap adil, tidak menghina atau mengejek, menghormati pendapat orang, memberikan dukungan, memperhatikan kesukaan dan ketidaksukaan orang, tidak suka menyindir,  tidak membicarakan kejelekan orang, sensitif terhadap perasaan orang, dan tidak memaksa.

Dengan mempraktekan beberapa cara tersebut, semoga kita bisa menjadi pribadi yang gemar menghargai orang lain dan terhindar dari sosok yang suka merendahkan orang lain. Sehingga kita termasuk orang-orang yang memiliki kecerdasan dan kesadaran sosial tingkat tinggi. Wallahu a’lam bish shawab.

 

 

Bottom ad

Leave a Reply