Sering Terkendala Lahan, NA Sebut Pentingnya Koordinasi

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat, terbukti dengan hadirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), sebutnya pembangunan Bendungan dan juga Kereta Api Trans Sulawesi tahap I Makassar –Parepare.

Namun, pembangunan proyek-proyek tersebut sering kali terkendala dengan masalah pembebasan lahan, sehingga terkadang molor dari waktu yang telah ditetapkan.

Inline Ad

Hal ini pun diungkapkan, oleh Dirjen Sumber Daya Air (SDA)/Ketum KNI-BB, Hari Suprayogi ketika menghadiri kegiatan Seminar Nasional Bendungan di Hotel Claro, Kamis lalu.

Hari Suprayogi menyebutkan, Pemerintah Pusat sudah menargetkan 65 bendungan dan saat ini sudah ada 15 yang selesai kontraknya. Pihaknya berharap agar bisa selesai 17 termasuk Passeloreng  bisa selesai Desember.

Namun, Hari Suprayogi mengaku dalam pembangunan ini memang terdapat kendala baik itu teknis maupun non teknis. Kendalan nonteknis, bisa masalah sosial atau masalah keuangan.

Baca Juga:  Nurdin Abdullah Ikut Salat Jenazah Khaerul

“Masalah non-teknis bisa hubungan dengan manusia persoalan (pembebasan lahan) yang termasuk,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut,  Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah juga mengatakan masalah pembebasan lahan kerap menjadi permasalahan yang utama dalam menyelesaikan suatu proyek. Untuk itu, langkah yang harus diambil adalah diselesaikan dengan berkolaborasi.

“Saya kira ini soal kolaborasi. Kalau kita semua kompak, ringan dan cepat, Pak Kejati ada, Kanwil ada, Pemprov ada, Pemkab juga ikut. Kita bisa lihat ya, Pamukkulu (Takalar) ini bisa selesai cepat karena semua turun tangan,” tambahnya.

Nurdin Abdullah yakin, dengan terbangunnya koordinasi yang baik secara lintas sektor, masalah lahan dapat terselesaikan.

Baca Juga:  Tanpa Pencahayaan, Wagub Sulsel Tinjau Banjir Luwu Utara

Selain itu, Ia menyampaikan, bahwa tepat pemerintah pusat, baik presiden dan Kementerian PUPR menjadikan Sulsel sebagai prioritas pembangunan bendungan dan waduk.

“Kenapa, karena memang kita punya sektor pertanian, kita itu lebih banyak mengandalkan non-waduk, apalagi Indonesia ini ke negara agraris kita butuh banyak air, kesediaan dan persediaan air penting,” ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas ini.

Nurdin menyampaikan pembangunan empat bendungan akan semakin mengokohkan posisi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional. Empat bendungan tersebut merupakan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu, Karalloe di Kabupaten Jeneponto, Paselloreng di Kabupaten Wajo, Pamukkulu di Kabupaten Takalar dan Jenelata di Kabupaten Gowa.

(Iin Nurfahraeni)

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.