Sesar Lembang rawan gempa

Ilustrasi pengukuran gempa

INIPASTI.COM, BANDUNG – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April 2019 berlatar potensi gempa Sesar Lembang. Deputi 1 Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan,berdasarkan kajian para pakar sekarang Sesar Lembang, berada pada tahap akhir dari siklus gempa bumi.

“Dalam artian pada akhir pelepasan gempa bumi di masa mendatang,” katanya di Bandung, Jumat, 26 April 2019.

Pada tahun 2019 ini, BNPB melaksanakan puncak kegiatan tahunan ketiga Hari Kesiapsiagaan Bencana yang digelar pada 23-26 April 2019 di Provinsi Jawa Barat.

Provinsi Jawa Barat dipilih karena beberapa wilayah yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi berpotensi terjadi gempa bumi. “Karena adanya ancaman nyata yaitu Sesar Lembang,” ujar Wisnu.

Sesar Lembang memiliki panjang 29 kilometer dan mampu menghasilkan gempa bumi bermagnitude antara 6,5 sampai 7 skala momentum gempa bumi.

Secara umum Indonesia terletak di kawasan cincin api Pasifik yang secara geografis dan klimatologi mempunyai tantangan besar untuk melindungi dan memperkuat masyarakat dari ancaman risiko bencana.

Baca Juga:  Tim Sar Boyolali Ikut Hanyut

Selain itu, Indonesia berada di antara tiga lempeng tektonik besar yang terus bergerak, yaitu lempeng Indo Australia di bagian selatan, lempeng Samudera Pasifik di sebelah timur, dan lempeng Eurasia di sebelah utara.

Selama 2018, terdapat 2.572 kejadian bencana, yang mengakibatkan 4.814 jiwa meninggal dunia dan hilang, 10,239 juta jiwa terdampak dan mengungsi.

Rentetan peristiwa bencana besar yang melanda Indonesia pada 2018 seperti gempa bumi Lombok, Donggala, Palu, Sigi dan Parimo, Sulawesi Tengah, lalu tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.

BNPB menggalang gerakan aksi bersama untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan, organisasi, masyarakat, lembaga media, keluarga dan individu agar mampu menemukan dan mengenali ancaman serta siaga dalam situasi darurat bencana secara cepat, tepat melalui edukasi kebencanaan dan simulasi latihan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merintis pemasangan rambu peringatan perdana di Indonesia soal keberadaan sesar atau patahan di lokasi langsung.

Baca Juga:  Pemuda Bantul Raih SNI Berkat Mesin Laundry

“Kita sudah siapkan 30 tanda itu untuk dipasang selain cadangannya,” kata Deputi 1 Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Bernardus Wisnu Widjaja.

Menurut Wisnu, tujuan utama pemasangan rambu keberadaan Sesar Lembang adalah untuk sosialisasi sumber bahaya gempa. Informasi seperti itu sebelumnya hanya tersimpan sebagai peta.

Dalam bentuk peta digital pun orang dinilainya kesulitan menerjemahkan lokasi sumber bahaya gempa itu di mana. “Kurang berefek kalau tidak dipasang (rambu) di lapangan,” ujarnya di Bandung.

BNPB sudah memasang rambu itu di daerah Gunung Batu, Lembang, serta lokasi wisata Tebing Keraton, Dago utara Bandung.

“Di Tebing Keraton bisa lihat view-nya. Tapi itu sebetulnya patahan, tegak lurus itu di situ,” kata Wisnu.

Selain memasang rambu, BNPB berencana melengkapi informasi lengkap soal Sesar Lembang di lokasi dengan teknologi QR Code.

Warga atau pengunjung akan disuguhi penjelasan seperti profil sesar, gempa terakhirnya, dan kenapa bisa terjadi gempa. “Ini untuk pendidikan khususnya nanti untuk kaum milenial,” ujarnya.

Baca Juga:  Kinerja Kementan Dinilai Cukup Baik

BNPB berharap pemasangan rambu dan informasi sesar bisa memberi pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat hingga tahu cara menghadapi ancaman gempa. (berbagai sumber/syakhruddin)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.