Sidak Pasar, DKP Temukan Pangan Kadaluwarsa Masih Dijual

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Bidang Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar melakukan kunjungan ke Pasar tradisional. Pasar yang dikunjungi adalah “Pasar Baru” di jalan Wage Rudolf Supratman, Kelurahan baru Kecamatan Ujung Pandang.

Kunjungan tersebut merupakan kegiatan pembinaan dan pengawasan produk pangan berbahaya bagi konsumen. Dalam kegiatan tersebut, Tim Dinas Ketahanan Pangan menemukan  beberapa produk pangan (sambal kemasan botol, bumbu saset) yang telah kadaluwarsa dan sudah tidak layak dikonsumsi masyarakat.

Inline Ad

Selain menemukan pangan kadaluwarsa, ditemukan juga bumbu masak racikan yang kondisinya sudah tidak layak konsumsi karena mengandung ulat yang dapat membahayakan konsumen.

Baca Juga:  CPNS 2019, Pemkot Siapkan 526 Formasi

“Kegiatan pengawasan keamanan pangan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Kota Makassar,” ungkap Hajariah, S.Pt., M.Si selaku Kepala Seksi Pengawasan Keamanan Pangan mewakili kepala dinas ketahanan pangan Kota Makassar, Rabu (26/2/2020).

Dalam menindaklanjuti temuan tersebut, Tim DKP serta-merta melakukan pembinaan terhadap pedagang dengan memerintahkan untuk menurunkan dan memusnahkan produk-produk yang tidak laik dikonsumsi tersebut. Tim DKP juga sekaligus menyampaikan untuk tidak lagi menjual produk-produk yang kadaluwarsa karena sangat berbahaya bagi konsumen.

Baca Juga:  Lahan untuk Stasiun KA Makassar-Parepare Mulai Dipersiapkan

“Ini penting untuk mengedukasi pelaku pasar (pedagang) dan konsumen (pembeli) akan bahayanya menjual dan mengkonsumsi pangan yang tidak layak dikonsumsi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu pula, Hajriah mengimbau kepada pedagang dan konsumen di Pasar Baru untuk lebih teliti dan memperhatikan pentingnya kehigienisan dan keamanan pangan produknya sebelum menjual ataupun membeli pangan. (rls)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.