Silariang CYTD Berhasil Ekplorasi Keindahan Rammang-rammang

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Indonesia adalah negara yang begitu kaya akan keindahan alamnya. Mungkin belum satu orang pun yang telah mengunjungi seluruh destinasi wisata di Bumi Pertiwi ini. Bagi wisatawan, berada di tempat wisata adalah hal yang wajib untuk menikmati indahnya negeri ini. Namun bagaimana dengan orang yang memiliki waktu terbatas? Tentu, ke tempat wisata adalah hal yang sangat jarang mereka lakukan.

Akan tetapi, untuk menikmati indahnya Indonesia tidak selamanya dengan berkunjung langsung ke lokasi. Dengan era teknologi sekarang ini, segala hal bisa kita nikmati tanpa harus berada di tempat tersebut. Salah satunya keindahan jejeran bukit Kabupaten Maros-Pangkep yang bisa dinikmati lewat menyaksikan film Silariang Cinta yang (Tak) Direstui.

Inline Ad

Film persembahan Inipasti Communika itu tampaknya memang ingin memperkenalkan destinasi wisata Rammang-rammang. Setting film yang menggunakan keindahan bukit karst Rammang-rammang di Maros serta Pangkep sebagai latar kisah pelarian Yusuf dan Zulaikha selaku pelaku Silariang (Kawin Lari). Lekuk sungai di antara bukit karst itu juga tampak jelas ditampilkan. Bukan hanya dari pandangan datar, penonton juga disuguhi keindahan lekuk sungai di antara bukit itu dari atas udara yang.

Baca Juga:  Avengers Endgame Jalan X-MEN dan F4 Masuk ke Marvel Cinematic Universe

Bahkan, penonton akan merasa berada di tempat itu karena terdengar jelas deru mesin perahu yang mengantar pelarian dan persembunyian Bisma dan Andania Suri (pelakon Yusuf dan Zulaikha). Tak heran jika Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (SYL) takjub dan mengatakan bahwa film yang sudah tayang sejak 18 Januari 2018 ini berhasil mengeksplorasi keindahan destinasi yang berada di Kabupaten Maros, Sulsel.

“Dengan kreatifitasnya, film ini juga berhasil dengan baik mengeksplorasi keindahan Ramang-ramang dan Kota Makassar. Saya yakin orang menonton Silariang CYTD akan takjub menyaksikan keindahan Ramang-ramang,” kata SYL.

Baca Juga:  NH: Film Silariang Adalah Pembelajaran Budaya Sulsel Yang Luar Biasa

Tak hanya SYL, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Hamdan Johannis juga menyatakan hal yang senada. Sebagaimana penulis sebutkan di atas, profesor muda yang memiliki rutinitas kerja ini bisa menikmati indahnya negeri ini lewat sebuah karya yang diproduksi oleh Indonesia Sinema Persada.

“Sinematografinya nyaris sempurna. Mengambil setting perkampungan yang bagi saya yang jarang berjalan karena kesibukan rutinitas, saya putuskan dari film ini bahwa ternyata, tidak perlu terlalu jauh untuk berwisata menikmati keindahan alam. ‘Rammang-rammang’ yang menjadi tempat pengambilan gambar sebagian besar film ini sungguh indah penyajiannya dengan teknik pengambilan ‘angle’ yang tak tertandingi. Satu kata, ‘dahsyat’ bagi crew silariang,” jelasnya.

Jika ingin menikmati keindahan Ramang-ramang namun belum sempat, baik karena alasan waktu maupun jarak, silahkan saksikan saja Film Silariang: Cinta yang (Tak) Direstui di bioskop kesayangan Anda. (Sule).

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.