Skenario Dagang dengan China di Washington Mendekati Kenyataan

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Skenario Perang Dagang AS dan Cina kembali menguat, Kantor Perwakilan Dagang AS pada hari ini mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Pasar saham AS sumringah pada perdagangan hari ini. Hingga berita ini diturunkan, tiga indeks saham acuan di AS membukukan penguatan yang begitu signifikan: indeks Dow Jones melesat 1,87%, indeks S&P 500 menguat 1,83%, dan indeks Nasdaq Composite meroket 2,22%.

Berbanding 180 derajat dengan bursa saham AS, harga emas dunia babak belur. Hingga berita ini diturunkan, harga emas dunia di pasar spot jatuh 0,76% ke level US$ 1.499,62/troy ons. Harga emas dunia di pasar spot bahkan sempat jatuh hingga 1,99% ke level US$ 1.481,06/troy ons.

Baca Juga:  Modal Rp 20 ribu Bisa Miliki Emas

Langkah yang ditempuh Presiden AS diharapkan dapat menjadi landasan untuk memperkuat posisi perdagangan kedua negara yang berseteru di bidang perdagangan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan, keputusan ini dilandasi oleh alasan “kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya”, sebagaimana dilansir dari CNBC International.

Selain itu, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember.

Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

“AS akan mulai, pada tanggal 1 September, mengenakan bea masuk tambahan dengan besaran yang kecil yakni 10% terhadap sisa produk impor asal China, senilai US$ 300 miliar yang masuk ke negara kita,” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump pada awal bulan ini.

Baca Juga:  Investasi Triwulan Pertama Bertumbuh Positif

Pengumuman dari Trump ini datang pasca dirinya melakukan rapat dengan Menteri keuangan AS Steven Muchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer terkait dengan hasil negosiasi di Shanghai.

China pun kemudian geram bukan kepalang. China mengumumkan balasan terkait dengan bea masuk baru yang akan dieksekusi oleh AS tersebut dengan mengonfirmasi pemberitaan bahwa perusahaan-perusahaan asal China akan berhenti membeli produk agrikultur asal AS.

Kini, diharapkan itikad baik dari AS akan dibalas juga dengan itikad baik dari pihak China. Kesepakatan dagang yang sebelumnya tampak kian mustahil untuk diteken, kini kembali menjadi sebuah skenario yang bisa menjadi kenyataan (bs/syakhruddin)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.