Soal Maju Musda Golkar, Rangga: Biarlah Berjalan Sesuai Proses

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe meminta kepada seluruh Pelaksana Tugas (Plt) ketua DPD II Dolkar di Kabupaten/Kota untuk segera melaporkan hasil konsolidasi dan jadwal pelaksanaan musda paling lambat akhir januari.

Hal tersebut membuat semua yang telah mengemban tugas Plt bekerja keras untuk melaksanakan musda. Seperti halnya DPD II Golkar Makassar dan Takalar, keduanya tengah melakukan koordinasi atas hal tersebut.

Inline Ad

Hal itu juga membuat para kader partai Golkar yang berniat maju menjadi calon ketua bermunculan. Seperti di dua daerah itu yakni Makassar dan Takalar, nama Fahruddin Rangga salahsatunya, ia disebut-sebut bakal mencalon kan diri.

Menanggapi hal tersebut, Rangga yang merupakan Anggota DPRD Sulsel mengaku jika saat ini untuk sementara waktu fokus menjaga kesehatan dulu dalam situasi dan kondisi pandemi yang semakin mengkhawatirkan. Karena menurutnya memegang pucuk pimpinan organisasi banyak indikator dan tanggungjawabnya.

Baca Juga:  Sengketa Antar Caleg Golkar, Bawaslu Sulsel Minta KPU Buka DAA1 Plano

“Dalam suatu organisasi bukan hanya sekedar karena ingin mengejar Pilkada tetapi yang lebih penting bagaimana organisasi ini bisa berjalan secara baik dan yang tak kalah pentingnya menjaga harmonisasi diantara tingkatan jajaran pengurus,” katanya.

Rangga menegaskan bahwa dalam sebuah organisasi sasaran dan target juga haruslah jelas, yang mana sasaran jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, karena dirinya hanya orang kecil dan bukan siapa siapa, tetapi selalu menegaskan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat atau lebih tepatnya konstituen.

Baca Juga:  Gugatan Appi-Cicu Diterima, Jubir: Kami Harap Bertemu Danny di TPS

“Mereka yang telah mempercayakan saya untuk menjadi wakilnya masuk di lembaga terhormat DPRD Sulsel, karena organisasi hanya bisa besar apabila yang memimpin disukai orang banyak,” katanya.

Rangga yang juga politisi Golkar Sulsel menjelaskan untuk Menghadapi alur politik itu, banyak fenomena sehingga harus memiliki prinsip bahwa emas disimpan ditumpukan tembaga pun tetaplah emas dan tembaga disimpan ditumpukan emaspun tetaplah tembaga tidak akan mungkin berubah menjadi emas.

“Jadi biarlah berjalan prosesnya. kita lihat seperti apa perkembangan yang ada, jangan terlalu mau dan jangan juga setengah hati,” tutupnya.

(Muh. Seilessy)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.