Sulsel Masuk 10 Besar Provinsi Terbanyak Dokter Meninggal Akibat Covid-19

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Selama pandemi Covid19, sejak Maret sampai 20 November jumlah dokter yang meninggal akibat terpapar virus covid ini mencapai 168 dokter.

Inline Ad

Provinsi Sulawesi Selatan di peringkat enam dengan jumlah dokter meninggal 7 dokter terbagi Makassar 6 dokter dan Selayar 1 dokter

Hal ini terungkap dari data mitigasi survey yang dilakukan oleh IDI Pusat data per tanggal 20 November menunjukkan ada  168 dokter meninggal yang terdiri dari 159 dokter dan 9 dokter gigi.

Dokter wafat ini terdiri  dari 87 dokter umum (4 guru besar), dan 79 dokter spesialis (6 guru besar), serta 2 residen.

Sedangkan berdasarkan penyebaran data provinsi, ada 10 daerah dengan jumlah kasus tertinggi yaitu Jawa Timur 36 dokter, kemudian
DKI Jakarta 27 dokter, Sumatra Utara 24 dokter, Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 12 dokter.

Baca Juga:  Malam Pergantian Tahun di Anjungan Losari, Ini Agendanya

Sedankan Sulawesi Selatan berada di peringkat 6 dengan jumlah 7 dokter, Banten 6 dokter, Bali 5 dokter, Kalimantan Timur 5 dokter, DI Aceh 6 dokter.

Lalu ada Riau 5 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, Sumatra Selatan 3 dokter, Kepulauan Riau 3 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, dan Papua Barat 1 dokter, Sumatra Barat 1 dokter, Bengkulu 1 dokter.

Ketua Tim Ahli Data dan Epidemiologi Gugus Tugas Sulsel, Prof Ridwan Aminuddin, menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan sehingga angka kematian dokter di Sulsel cukup banyak.

Menurutnya, dengan jumlah tenaga kesehatan  yang cukup besar dalam mengawal covid ini tentu peluang untuk terpapar covid juga tinggi, terutama pada fase awal covid.

Baca Juga:  Arham Basmin Terpilih Ketua DPD KNPI Sulsel

“Ini semua terkait dengan ketersediaan APD untuk para tenaga kesehatan/medi pada saat itu, kemudian jumlah kasus covid yang banyak. Petugas mengalami kelelahan, dan masih terabaikannya protokol kesehatan dan beberapa faktor lainnya,” kata Ridwan Amiruddin melalui pesan singkat pada inipasti.com, Minggu (22/11)

Untuk menekan angka kematian terutama para tenaga kesehatan. Ridwan Amiruddin mengatakan langkah-langkah mitigasi covid19 dalam fasilitas kesehatan harus benar-benar diperhatikan dan diterapkan.

“Penegakan disiplin  protokol kesehatan, karantina petugas di hotel , pemberian multifitamin ke petugas, kemudian bekerja sesuai
shifting tugas nakes dan memperhatikan tindakan penanganan lainnya,” jelas Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.