Sulsel Patut Jadi Model dalam Berdemokrasi

Pengamat Politik dan Pemerintahan yang juga Komisioner Komisi Informasi Azwar Hasan (Istimewa)

 

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemilihan Presiden (Pilpres) baru akan dilaksanakan 2019 mendatang, namun suhu politik di Indonesia mulai memanas. Penetapan dua pasangan calon dalam kontestasi Pilpres memecah massa menjadi dua kubu yang berseberangan.

Inline Ad

Berbagai manuver telah dilakukan dari kedua pendukung pasangan calon tersebut, dalam memikat hati masyarakat. Seperti, gerakan Ganti Presiden yang saat ini ramai menjadi sorotan.

Gerakan para oposisi pemerintahan Jokowi itu gencar dilakukan di berbagai kota yang ada di Indonesia. Termasuk di Kota Makassar yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2018 lalu.Di beberapa kota, gerakan yang cukup viral di medsos, #2019gantipresiden itu, mendapat penolakan hingga tidak jadi digelar. Seperti di Surabaya dan Riau.

Berbeda dengan yang terjadi di Makassar. Gerakan yang dikomandoi Neno Warisman tersebut berjalan cukup baik walaupun ada gesekan yang terjadi.

Baca Juga:  Pamit dari Legislator, Indira Sebut Kenangan di NasDem

Pengamat Politik dan Pemerintahan, Azwar Hasan menilai sebenarnya di Sulsel pun, gerakan ini berpotensi konflik.
“Tapi kan tidak terjadi. Meskipun ada gesekan,” ungkapnya, Selasa (28/8).

Dia mencatat ada dua poin penting yang berjalan dengan baik di Makassar sehingga Gerakan Ganti Presiden bisa terlaksana. Yang pertama, ungkap akademisi ini, karena masyarakat Sulsel sudah mulai sadar dalam berdemokrasi. Tetap memberikan ruang bagi mereka yang ingin menyalurkan pendapat.

Yang kedua, lanjut lelaki yang saat ini tercatat sebagai komisioner Komisi Informasi (KI) Sulsel itu, aparat kepolisian sukses melaksanakan perannya dalam mengamankan agenda Deklarasi 2019 Ganti Presiden di Makassar. Gesekan yang terjadi antara pendukung dan penentang deklarasi tersebut berhasil diurai pihak kepolisian.

Baca Juga:  Liga Mahasiswa NasDem Tanggapi Pernyataan Jubir IYL

Polda Sulsel patut diberi apresiasi karena tetap memberi ruang kepada para peserta deklarasi Gerakan Ganti Presiden meskipun ada desakan untuk melarang kegiatan tersebut berlangsung.
“Jadi intinya, masyarakat Sulsel sudah sadar dalam berdemokrasi. Patut dihargai. Gesekan yang terjadi juga berhasil diurai dan dikendalikan oleh pihak kepolisian. Polda Sulsel patut diapresiasi karena memberi ruang karena ada aspek legalnya, tapi tetap mengawal kegiatan tersebut. Dan berlaku adil terhadap dua kelompok berseberangan,” ungkap Azwar.

Dari uraian yang disebutkan itu, lanjut Azwar, bisa ditarik kesimpulan jika Sulsel patut dijadikan model dalam berdemokrasi, mengelola perbedaan pendapat. Sulsel memiliki kesadaran dan kedewasaan dalam berdemokrasi.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.