Sulsel Sumbang Penurunan Inflasi Nasional

MAKASSAR – Sulsel menjadi penyumbang turunnya inflasi secara nasional. Dengan inflasi yang berada pada angka 0,45 itu, berarti Sulsel punya andil dalam mengurangi inflasi nasional yang mencapai 3,45 persen.
Sepanjang tahun 2016 ini, sejak Januari hingga Juni, inflasi di Sulsel selalu berada di bawah angka 1 persen. Ini menunjukkan adanya stabilitas harga di pasaran di Sulsel yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Selain pada Juni 2016, angka inflasi terendah di Sulsel terjadi di bulan Maret, yang hanya mencapai 0,08 persen berdasarkan Indeks Harga Konsumsen (IHK) pada angka 123,62.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel per 1 April 2016, dari lima kota IHK di Sulsel, tiga kota mengalami inflasi, dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palopo sebesar 0,25 persen berdasarkan IHK 121,6, sedangkan yang terendah terjadi di Watampone sebesar 0,04 persen pada IHK 118,27.
Komoditas yang menyumbang deflasi di Sulsel karena mengalami penurunan harga adalah tomat sayur, daging ayam ras, telur ayam ras, tarip listrik, tomat buah, kentang, wortel, kol putih/kubis, sawi putih dan sawi hijau. “Komoditas itulah yang mengerem inflasi di Sulsel,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam.
Sementara pada Februari 2016, Sulsel bahkan mengalami deflasi. Hal itu terjadi karena pengaruh turunnya harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.
Menurut Kepala BPS Sulsel Nursam Salam, ada tiga kelompok pengeluaran yang menjadi penyebab terjadinya deflasi, yaitu kelompok bahan makanan pada -0,27 persen, kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar -0,11 persen dan kelompok transportasi dan komunikasi sebesar -0,01 persen.
“Deflasi yang terjadi di Sulsel karena beberapa harga beberapa kebutuhan pokok mengalami penurunan harga,” jelas Nursam Salam kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Bulukumba sebesar -1,05 persen pada IHK 127,58, dan terendah terjadi di Makassar sebesar 0,002 persen pada IHK 124,19. Komoditi yang mengalami penurunan harga pada Februari 2016 antara lain cabe rawit, tarif listrik, tomat sayur, bawang merah, tomat buah, bensin, kangkung, wortel, kelapa dan bayam.
(Visited 1 times, 1 visits today)
Baca Juga:  Lenovo Raih Laba Lebihi Target
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.