Sumarsono Kunjungi Pasar Butta Salewangan

INIPASTI.COM, MAROS – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono, bersama Penjabat Ketua TP PKK Sulsel Tri Rahayu, mengunjungi Pasar Rakyat Butta Salewangang Kabupaten Maros, Selasa (8/5).

Kunjungan ini untuk mengetahui ketersediaan stok harga bahan pokok di pasar yang baru resmi beroperasi pada 23 April lalu. Mereka yang berjualan adalah pedagang dari Pasar Sentral Maros.

“Berapa harga telurnya satu kilo?” tanya Soni pada seorang pedagang telur.

Muhammad Idris, pedagang tersebut menjelaskan, untuk telur ayam ras satu rak seminggu lalu Rp 40 ribu, saat ini Rp 43 ribu, sedangkan untuk telur bebek dari Rp 58 ribu menjadi Rp 60 ribu.

Baca Juga:  Terancam Tutup 3.271 Koperasi di Sulsel

“Harga ini masih wajar sebenarnya, stoknya juga aman,” jelasnya.

Selanjutnya, Ia pun mengunjungi penjual cabe. Yang menarik disini adalah para pedagang menggunakan strategi untuk menarik pembeli. Kasim misalnya, cabe rawit yang perkilonya dapat dijual Rp 30 ribu justru dijual Rp 20-25 ribu. Sedangkan lombok besar yang harga pasarnya Rp 50 ribu dijual seharga Rp 40 ribu.

“Ini juga bagian dari strategi kami selain agar laku juga menarik pembeli datang ke tempat ini,” sebutnya.

Soni mengaku tidak menemukan kendala terkait stok dan harga di pasar tersebut. Justru salut dengan upaya pedagang melakukan strategi mendatangkan pembeli.

“Karena ini pasar sifatnya baru, jadi bagaimana orang datang dulu. Bahkan ada pedagang yang menjual bisa Rp 50an ribu justru dijual Rp 40an saja, dengan alasan promosi,” sebutnya.

Baca Juga:  Syahrul: Perdagangan Antar Daerah Bisa Stop Impor

Untuk itu, Soni meminta Bupati melalui tim TPID untuk menjaga harga tetap terkendali jelang Ramadan dan Idul Fitri. Pasar ini dinilainya juga hadir dengan fasilitas lengkap.

“Bahkan mereka tidak bayar, karena pindah, mereka hanya membayar retribusi sebesar Rp 10 permeter perbulan, ini pengganti retribusi harian, jadi hampir gratis,” ujarnya.

(Iin Nurfahraeni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.