Survei: Ganjar Ungguli Prabowo-Khofifah Melejit Dibanding Risma di Pilgub Jatim

Top Ad

INIPASTI.COM – Lembaga The Republic Institute merilis survei pilihan masyarakat Jawa Timur jika pemilihan presiden dilangsungkan saat ini. Hasilnya, elektabilitas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tertinggi di Jatim.

Dilansir dilaman detiknews, “Untuk tingkat keterpilihannya atau elektabilitasnya bagi aktor politik potensial di tingkat nasional yang berpeluang ikut dalam kontestasi dalam Pilpres mendatang.

Inline Ad

Apabila pilihannya sekarang, maka elektabilitas Pak Ganjar Pranowo tertinggi,” ujar dr Sufyanto, Direktur The Republic Institute dalam keterangannya, Senin 11 Oktober 2021.

Elektabilitas Ganjar Pranowo di Jatim mencapai 31,4 persen. Disusul Ketum Gerindra Prabowo Subianto 23 persen. Di posisi ke-3, ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitasnya 12,3 persen.

Selain itu, ada nama Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Mensos Tri Rismaharini, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Menparekraf Sandiaga Uno. Namun nama-nama tersebut, elektabilitasnya di Jatim masih di bawah 5 persen.

Sufyanto menjelaskan, elektabilitas Ganjar Pranowo tinggi di Jatim, karena sosoknya yang merakyat. Sosok Ganjar juga diidentifikasi memiliki kemiripan dengan Presiden Joko Widodo.

“Tampak bahwa Ganjar sangat mendominasi dari sisi elektabilitas. Hal ini terjadi karena Ganjar diidentifikasi oleh masyarakat Jatim sebagai sosok yang memiliki kepribadian dan jiwa kepemimpinan seperti Jokowi.

Tingginya suara Ganjar juga disebabkan karena orangnya low profile, sehingga ketika turun di masyarakat sering langsung masuk warung dan ikut makan bersama-sama dengan masyarakat lain yang ada di warung, dan itu tidak ditemukan pada calon presiden yang lain,” katanya.

Sufyanto mengatakan, untuk elektabilitas Prabowo di Jatim masih di bawah Ganjar. Dikarenakan, selama 2,5 tahun terakhir, kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dirasa belum menyelesaikan masalah di masyarakat.

“Termasuk Prabowo jarang turun ke masyarakat untuk menyapa dan termasuk gebrakan terkait kebijakan yang pro rakyat di masyarakat juga tidak ada,” ungkapnya.

Sementara elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani justru masih di bawah tokoh-tokoh tersebut. Puan disebutnya tidak memiliki gebrakan apapun saat menjabat sebagai Ketua DPR RI.

“Untuk Puan, di mana media baliho sudah tersebar tetapi tidak mendapatkan suara yang signifikan, dikarenakan masyarakat melihat Puan selama menjabat sebagai DPR, tidak ada produk kebijakan yang dihasilkan yang berdampak bagi masyarakat.

Termasuk tidak ada gebrakan sama sekali di DPR. Rendahnya elektabilitas Puan Maharani juga disebabkan jarang sekali turun ke masyarakat bawah, kalaupun turun hanya untuk memenuhi tugas sebagai ketua DPR mendampingi presiden,” jelasnya.

Sementara Nama Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungguli Mensos Risma dalam capres 2024. Popularitas masing-masing calon persiden, disebabkan oleh jabatan yang dimiliki figur tersebut.

Untuk Pilpres, elektabilitas Khofifah sebesar 3,2 persen. Sementara elektabilitas Risma sebesar 2,9 persen. Untuk tingkat popularitas, Khofifah juga unggul dengan 97,8 persen daripada Risma sebesar 85,8 persen.

Untuk Pilgub Jatim, Khofifah juga unggul dari Risma. Dari segi popularitas, Khofifah meraih 97,8 persen dibanding dengan Risma yang meraih 89,4 persen. Dari sisi elektabilitas, Khofifah juga unggul dengan 38,1 persen dibanding Risma yang memperoleh 23,9 persen.

“Popularitas di antara cagub terjadi lebih karena jabatan dan ketokohan calon yang bersangkutan, seperti Khofifah adalah Gubernur dan Ketua Muslimat,” kata Sufyanto.

Selain masih menjabat sebagai Gubernur Jatim, tingginya suara Khofifah karena gerakan kader-kader muslimat yang masif serta kepuasan kinerja.

“Kader muslimat ini tetap mengingatkan ke masyarakat untuk tetap mendukung dan membantu program-program Khofifah. Sedangkan suara yang tinggi dari Risma karena Risma adalah seorang menteri,” ungkapnya.

“Sementara itu dilihat dari pilihan partai politik, PKB 47,9 persen memilih Khofifah, hanya 15 persen ke Risma. Untuk PDIP, 27,5 persen memilih Khofifah, 40,5 persen ke Risma,” sambungnya.

Sufyanto mengatakan, untuk Pilgub Jatim memang didominasi nama-nama beken di Jatim. Selain Khofifah dan Risma, juga ada nama Emil Dardak (Wagub Jatum), Gus Ipul (Wali Kota Pasuruan), Sarmuji (Ketua Golkar Jatim), Anwar Sadad (Ketua Gerindra Jatim), hingga Abdul Halim Iskandar (Ketua PKB Jatim sekaligus Menteri PDTT).

Sufyanto menambahkan, survei yang dilakukan mengambil sampel 1.225 responden yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 1-13 September 2021 dengan margin of error sebesar 2,8 persen. Masih ada 11,6 persen responden yang belum menentukan (syakh/detiknews)

Bottom ad

Leave a Reply