Tahun 2020, Desa Dapat Alokasi Anggaran Kinerja

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sulsel  Rais Rahman (Iin Nurfahraeni)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang diperuntukkan untuk Dana Desa pada tahun 2020 secara keseluruhan yaitu Rp 72 triliun. Di Sulsel sendiri, pada tahun depan mendapat alokasi anggaran Rp 2, 83triliun.

Dalam alokasi Dana Desa tersebut, khusus tahun depan setiap desa ini memperoleh anggaran tambahan berupa alokasi kinerja yang diperuntukkan untuk  desa memiki kinerja baik.

Seperti diketahui, dalam pengalokasian dana desa tahun 2020, selain adanya alokasi afirmasi, alokas dasar dan alokasi formula yang baru yaitu adanya Alokasi Kinerja yang diberikan sebagai reward bagi Desa yang memiliki kinerja baik.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa Dinas PMD Sulsel Rais Rahman, mengungkapkan alokasi ini baru tahun depan diberlakukan. Dan diperuntukkan untuk desa  yang memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan dana desa.

“besarannya itu beda, ada indikator tersendiri dan langsung ditetapkan oleh Kementerian Keuangan,” melalui pesan singkat, Selasa (19/11)

Pemberian alokasi kinerja ini, agar desa -desa memanfaatkan dengan
dengan optimal Dana Desa yang diterima untuk pembangunan dan pengembangan desanya. Bukan lagi bertahan tidak menaikkan statusnya karena mengharapkan Alokasi Afirmasi yang diberikan kepada Desa dengan status Tertinggal dan Sangat Tertinggal.

Baca Juga:  Lantik Dua Kepala Daerah Terpilih, NA : Mereka Telah Berpengalaman

Dari data yang diperoleh, alokasi kinerja paling banyak diperoleh dari
www.djpk.kemenkeu.go.id, Kabupaten Bone dengan nilai Rp 4.755.168.000, kemudian Luwu Rp 3.026.016.000 dan Luwu Utara Rp 2.449.632.000.

Sementara itu, terkait dengan pemberian alokas afirmasi yang diperuntukkan untuk desa yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin yang tinggi, dari 21 kabupaten hanya ada 18 kabupaten yang menerimanya. Sedangkan tiga lagi dari data yang ada tidak mendapat alokasi.

Tiga daerah tersebut, Bantaeng, Barru dan Gowa. Rais menyebutkan pemberian alokasi afirmasi ini memiliki beberapa indikator dan tata cara perhitungannya tersendiri dan ditetapkan oleh Kemenkeu.

“Memang alokasi ini tidak semua desa yang dapat, hanya bagi desa-desa yang berstatus tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin yang tinggi. Kalau kemudian tiga daerah tersebut tidak mendapat alokasi berarti daerah tersebut tidak punya desa yang memenuhi kriteria, ” terangnya

Baca Juga:  Gagasan Bayar Listrik Via Bank Sampah

Rais menyebutkan, untuk mendapat alokasi afirmasi ada dua syarat yaitu, Desa yang berstatus desa tertinggal dan sangat tertinggal. Desa  dimaksud memiliki jumlah penduduk miskin yang tinggi (indeks pengukurannya ada tersendiri dr Kemenkeu).

“Kemungkinan, di 3 kabupaten tersebut tetap ada desa tertinggal dan sangat tertinggal namun kemungkinan tidak lagi memiliki jumlah penduduk miskin sesuai indeks dr Kemenkeu,”terangnya

Rais menyebutkan, untuk tahun 2019 alokasi afirmasi di Gowa ada 5 desa, Barru 1 desa dan Bantaeng memang tidak ada karena sudah tidak ada desa tertinggal dan sangat tertinggal.

“Ini memperlihatkan, bahwa dampak dari dana desa ini cukup baik karena untuk perekonomian masyarakat dan kemajuan desa,”ucapnya.

(Iin Nurfahraeni)

* Alokasi Kinerja 2020

Bantaeng – Rp 720.480.000

Barru       – Rp 576.384.000

Bone Rp 4.755.168.000

Bulukumba Rp 1.585.056.000

Enrekang Rp 1.585.056.000

Gowa Rp 1.729.152.000

Jeneponto Rp 1.296.864.000

Luwu Rp 3.026.016.000

Luwu Utara Rp 2.449.632.000

Maros  Rp 1.296.864.000

Baca Juga:  Gempa Sulteng, Pelindo IV Kumpulkan Donasi RP 1,6 Miliar

Pangkep Rp  1.008.672.000

Luwu Timur Rp 1.729.152.000

Pinrang – Rp 1.152.768.000

Sinjai Rp 1.008.672.000

Kepulauan Selayar Rp 1.296.864.000

Sidrap Rp 1.008.672.000

Soppeng Rp 720.480.000

Takalar Rp 1.152.768.000

Tana Toraja Rp  1.585.056.000

Wajo Rp 2.017.344.000

Toraja Utara Rp 1.585.056.000

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.