Inipasti.com

Tahun Depan, 53 Hektar Lahan untuk Bendungan Pammukulu Dibebaskan

Ilustrasi Pembangunan Bendungan, (Pool/Kementerian PUPR)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Balai Besar Wilayah Pompengan Sungai Jeneberang, menargetkan pembebasan lahan pada tahun 2020, untuk menunjang pengerjaan fisik Bendungan Pammukulu yaitu 120 bidang tanah atau seluas 53 hektar.

Sepanjang tahun 2019 ini, masalah lahan Bendungan Pammukulu secara bertahap telah rampung, dari 93 bidang tanah dengan luas 47 hektar, yang telah terbayarkan sebanyak 89 bidang tanah 45,7 hektar

Pejabat Pembuat Komitmen, Affandi Kahar menjelaskan di tahun ini, ada tiga kali pembayaran yang dilakukan untuk 93 bidang tanah tersebut. Masing-masing di tahap I total keseluruhan sebanyak 33 bidang dengan luas lahan 15,25 hektar, nilainya Rp 2,77 miliar.

Kemudian ditahap kedua, ada 25 bidang tanah dengan luas 7,7 hektar dengan nilai Rp 1,97 miliar. ” ini masing-masing dibebaskan pada 15 dan 30 September lalu. Sedangkan, pada 15 November lalu dibebaskan lahan, sebanyak 34 bidang dengan luas 19,5 hektar nilainya Rp 4,7 miliar,”kata Affandi ditemui di ruangan kerjanya, Senin (9/12)

Ia mengakui bahwa dari total keseluruhan lahan yang 93 bidang tadi masih ada sekitar 4 bidang dengan kurang lebih 2 hektar yang belum dibayarkan, ” Kami harap akhir tahun ini sudah bisa selesai yang sisanya tadi,”ujar Affandi.

Ia menyebutkan berbicara target, dari awal tahun 2016 ada 100 hektar yang akan dibebaskan, dengan 213 bidang. Seharusnya yang selesai itu 93 bidang tanah sisanya itu 120 bidang yang akan dibebaskan.

“Untuk 120 bidang tanah dengan luas 53 hektar ini dalam proses reapresial atau penilaian ulang dan sudah mau diajukan ke BPKP untuk di review ulang. Sebenarnya kami ingin tahun ini, tapi inikan tersisa beberapa minggu semoga tahun depan sudah bisa dibayarkan. Inikan tinggal menunggu review sudah eligibel (layak atau tidak layak dibayarkan) oleh LMAN,” terangnya

Nanti, jika disetujui menurut Affandi akan masuk dalam proses musyawarah apakah masyarakat menolak atau tidak. “Mudah-mudahan masyarakat terima karena ini sudah dinilai ulang,dan nilai yang diberikan berbeda dibandingkan tahun 2016 lalu”ujarnya

Affandi menambahkan, di moment musyawarah inilah akan berperan, termasuk keterlibatan semua pihak. Sehingga masyarakat bisa menerima nilai yang telah ditentukan dari appresial tersebut.

Sejauh ini, Affandi menyebutkan anggaran lahan yang dikucurkan dari LMAN untuk bendungan Pammukulu di Kabupaten Takalar sebanyak Rp 400 miliar ini dari awal sampai selesai secara keseluruhan, “anggaran lahannya ada, jika tidak digunakan secara keseluruhan akan tetap berada di kas negara karena ini dari Kementerian Keuangan” sebut Affandi.

Secara keseluruhan, Bendungan Pammukulu ini membutuhkan lahan 640 hektar dan baru selesai terbayar 45,7 hektar dan masih akan dibebaskan lagi 120 bidang setara 53 hektar. Ia berharap pembayaran lahan yang selanjutnya ini tidak akan bermasalah, dan musyawarah nanti berjalan baik, sehingga bisa melangkah lagi untuk pembebasan lahan 540 hektar untuk mengukurnya.

“Kalau yang sebelumnya belum selesai tentu ini tidak bisa melangkah untuk mengukur lahan selanjutnya,”

Terpisah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa terkait kelanjutan pembangunan bendungan pammukulu, pihaknya senantiasa terus melakukan koordinasi baik dengan pemda setempat dan juga balai pompengan.

“Kita terus melakukan koordinasi, dan lahan secara perlahan sudah dibebaskan. Memang ada perbedaan beda ukur antara surat yang diberikan desa, dengan luasan dengan yg dimiliki oleh BPN.
“Jadi lahan ini dibebaskan, sesuai dengan kebutuhan konstruksi dan akan dilakukan sesuai kebutuhan konstruksi,” katanya.

Terkait kelanjutan pembebasan lahan, Andi Sudirman menyebutkan bahwa ini ada tahap kedua penetapan lokasi, dan ada appresial baru.
“yang jelas rapat koordinasi terus dilakukan bersama bupati ada, beberapa BPN, langsung dengan balai pompengan, serta pihak terkait.

Jika nantinya bermasalah, Andi Sudirman mempersilahkan ini dimasukkan di Pengadilan untuk kemudian anggarannya dititipkan disana

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Exit mobile version