Tarif Pesawat Turun 50 Persen, Menhub Sebut Bentuk Apresiasi untuk Masyarakat

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (Foto/Istimewa)
Top Ad

INIPASTI.COM, JAKARTA – Pemerintah telah resmi menurunkan harga tiket pesawat udara sebesar  50 persen dari Tarif Batas (TBA) untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) domestik.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, mengungkapkan penurunan harga tiket pesawat dari tarif batas  pada hari dan jam tertentu merupakan bentuk apresiasi untuk masyarakat

“Yang jelas itu adalah upaya dari pemerintah untuk memberikan tiket yang terjangkau bagi masyarakat, itu bentuk apresiasi,” ujar Budi ditemui seusai acara penggalangan pencalonan kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) di Jakarta, Senin malam. Seperti dilansir dari antaranews.com

Seperti diketahui , pemerintah telah memberi kepastian terhadap ketersediaan tiket pesawat murah bagi masyarakat, yang diputuskan dalam rapat koordinasi yang dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

Baca Juga:  TKN: Prabowo-Sandi Didukung Eks HTI

Dalam rapat tersebut telah disepakati maskapai akan menyediakan 30 persen tiket pesawat dengan harga 50 persen di bawah tarif batas atas maskapai LCC. Ia pun menyambut baik dukungan dari semua pihak dalam mewujudkan tarif tiket pesawat murah itu.

“Saya pikir itu apresiasi kepada semua pihak,” kata Budi Karya

Untuk penurunan tarif angkutan udara ini berlaku untuk Citilink dengan total 62 penerbangan per hari Selasa, Kamis dan Sabtu dengan total kursi sekitar 3.348 kursi, dan juga Lion Air Group dengan 146 penerbangan per hari Selasa, Kamis dan Sabtu dengan total kursi sekitar 8.278 kursi.

kebijakan penurunan tarif angkutan udara tersebut berlaku untuk penerbangan LCC domestik jenis pesawat jet, sedangkan propeler tak berlaku.

Baca Juga:  Partai Demokrat: Kami Kaget Penangkapan Andi Arief

“Karena penyesuaian di sistem kurang 2-3hari karena besok sudah Selasa, pemberlakukan Selasa, Kamis dan Sabtu, maka akan efektif berlaku pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono.

Dari 62 penerbangan dan 146 penerbangan tersebut sesuai dengan kebijakan mengenai mekanisme izin rute dari Dirjen Perhubungan Udara, akan dilakukan peninjauan rute pada Oktober.

Untuk pengawasan kebjakan, akan dilakukan evaluasi dan monitoring bersama-sama oleh Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN, serta Kemenko Perekonomian.

(Iin Nurfahraeni)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.