Temuan Mahasiswa S2 IPS PPs UNM Semangat Gotong Royong di Desa Kalola Wajo Mulai Memudar

INIPASTI.COM, MAKASSAR. Salah satu dampak sosial dari program dana desa adalah memudarnya semangat gotong royong masyarakat desa.

Masyarakat desa jika diajak kerja fisik pada masa lalu dengan ikhlas mereka akan datang ke lokasi, tetapi sejak ada dana desa, warga pertanyakan apa ada sesuatunya atau tidak.

Inline Ad

Itulah salah satu hasil penelitian Andi Ashar Sinanto, mahasiswa S2 IPS PPs-UNM kekhususan Pendidikan Sosiologi, dipaparkan pada seminar hasil penelitian secara virtual, Rabu 15 Juli 2020.

Ashar Sinanto menulis tesis dengan judul, Dampak Sosial Dana Desa Dalam Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kalola Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Luwu.

Penulisan tesisnya dibimbing oleh Prof Dr Andi Agustang, M.Si dan Dr. Bastiana, M.Si.

Pada seminar hasil penelitian, dipimpin oleh Ketua, Prof Dr Andi Agustang, M.Si dan sekretaris Dr. Bastiana, M.Si. Anggota penguji, Prof Dr.Darman Manda, M.Hum, Dr.Muhammad Yahya, M.Si dan Dr. Sulaiman Samad. M.Si.

Baca Juga:  BEM dan DEPERMA FKM UPRI Gelar Kegiatan Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja di Hotel Gahara

Hasil penelitian lainnya menunjukkan, pemanfaatan dana desa di Desa Kalola dialokasikan pada pembangunan fisik, berupa pembangunan infrastruktur desa, pengadaan bak sampah, pembangunan jalan tani, drainase.

Pemberdayaan masyarakat berupa, pelatihan olah raga anak muda desa, senam setiap hari Jumat, program padat karya dan bantuan bea siswa bagi yang berprestasi.

Ditemukan juga dampak sosial dana desa dalam kesejahteraan masyarakat desa Kalola pada segi positif, masyarakat mudah mengakses jalan menuju area persawahan, mengurangi pengangguran bagi remaja, pendapatan perkapita masyarakat desa juga meningkat.

Baca Juga:  Ketua Yys Ponpes Nurfadillah Konsultasi Pendidikan di Pemkab Gowa

Desa ini yang dulunya masuk kategori tertinggal setelah masuk dana desa berubah jadi salah satu desa inovasi di Indonesia

Tapi pada sisi negatif dari hasil penelitian ini, timbul konflik antar warga, integrasi masyarakat mulai terkikis, masyarakat mulai lebih pentingkan pribadi dan sifat gotong royong mulai memudar serta adanya kriminalitas terjadi di desa.

Andi Azhar Sinanto lahir di Baru Tancung, 29 Oktober 1994. Anak dari bapak, H .Andi Sinanto dan Ibu, Hj.Hadiarti.

Tamat SDN 214 Baru Tancung 2006, SMPN 1 Tanasitolo 2010, SMAN 2 Sengkang 2013. Sarjana Pendidikan Sosiologi FIS UNM 2017. Sejak 2018 lanjut studi S2 IPS PPs-UNM. (nasrullah).

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.