Tidak Dapat SKCK bagi Pelajar Ikut Demo Omnibus Law

INIPASTI.COM, JAKARTA— Dedi Supandi selaku PJS Walikota Depok mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Metro Depok, terkait pelajar yang akan melakukan aksi demonstrasi terkait Omnibus Law di Jakarta esok.

Catatan Kriminal masuk daftar bagi pelajar ikut demo. Dedi mengaku selain mendapatkan hukuman sanksi drop out (DO), atau dikeluarkan dari sekolah siswa tersebut, tidak akan mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Inline Ad


“Jadi konsekuensinya selain di drop out dari sekolah, mereka (pelajar) yang terlibat unjuk rasa, pada saatnya nanti tidak akan dikeluarkan SKCK-nya oleh Kepolisian,” kata Dedi di Depok, (12/10/2020).

Baca Juga:  Dr Ilyas, MM SH MH : Ikan Malaja di Luwu Teracam Punah

Pemkot Depok telah menyampaikan hal-hal yang masih menjadi perhatian kaum buruh kepada Menteri Ketenagakerjaan dan Gubernur Jawa Barat.

“Tadi kita sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan aliansi federasi buruh Kota Depok, terkait pasal pasal UU Omnibus Law yang menurut padangan mereka (buruh) itu sangat merugikan mereka. Kita sudah membuat surat ke pak Presiden melalui Menteri Tenaga Kerja dan kepada pak Gubernur terkait aspirasi buruh bahwasanya mereka menolak UU Cipta Kerja itu,” pungkasnya.

Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri, sangat menyayangkan keterlibatan pelajar dalam aksi demo. Menurutnya, para pelajar belum tahu persis esensi yang diperjuangkan dalam aksi demo tersebut.

Baca Juga:  Suardi Saleh: Jalur KA ke Garongkong Selesai 2020

“Itu sangat disayangkan pelajar setingkat menengah demo di jalanan yang rentan. Saya juga punya keyakinan mereka belum tahu persis sebenarnya apa yang diperjuangkan,” kata Jumeri kepada wartawan pada Kamis (8/10/2020).

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.