Tiga Kekalahan Beruntun, Bukti Liverpool Lemah di Segala Lini

Top Ad

INIPASTI.COM, BOLA – Menyerah di tangan Chelsea membuat Liverpool harus mengubur mimpinya untuk meraih Treble Winner 2019/2020.

Hal ini membuat The Reds tidak bisa mematahkan rekor Manchester United yang pernah meraih Treble Winner musim 1998-1999.

Inline Ad

Nasib sial menerpa kandidat terkuat juara Liga Inggris ini setelah tiga kekalahan beruntun mereka di kandang lawan.

Rentetan hasil buruk The Reds dimulai saat bermain di kandang Atletico Madrid dalam ajang Liga Champions Eropa, tim Inggris ini menyerah 0-1, kemudian menang melawan Westham United dengan skor tipis 3-2, dan di luar dugaan Watford menghabisi Liverpool dengan skor telak 0-3 hasil ini membuat para fans dan pesaing The Reds keheranan.

Dalam laga lanjutan babak ke lima Piala FA giliran Chelsea yang menjadi mimpi buruk Sadio Mane Cs, Tim London Biru berhasil menjinakkan Liverpool dengan Skor 0-2.

Tren buruk dalam empat laga terakhir membuktikan bahwa Tim Besutan Jurgen Klopp lemah dalam segala lini.

Dilansir Liverpool Echo.

1. Buruknya Lini belakang,
Lini belakang Liverpool tampil buruk dalam empat pertandingan terakhir, The Reds sampai kebobolan delapan gol hanya dalam empat pertandingan tersebut.

Ironisnya kekalahan terbesar yang dialami Liverpool dalam empat pertandingan terakhir adalah melawan Watford, yang notabene tim papan bawah di Premier League. Lini belakang The Reds tak mampu berbuat banyak melawan Watford sehingga kemasukan tiga gol tanpa balas.

2. Lini tengah jauh dari mengesankan.

Problem Liverpool bukan hanya lini belakang, buruknya barisan belakang juga tak lepas dari penampilan lini tengah yang jauh dari harapan.
Pada pertandingan kontra Chelsea, barisan tengah Liverpool kembali menunjukkan kurang kreatif sehingga kalah berduel dengan pemain lawan, Fabinho lagi-lagi tampil di bawah kinerja terbaiknya.

3. Kurang Energi

Liverpool dinilai tampil kurang tenaga dalam empat laga terakhir. Alhasil mereka mudah menjadi bulan bulanan tim lawan. Kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan penampilan Liverpool sebelum jeda musim dingin Premier League. Pasukan Jurgen Klopp biasanya penuh energi, hingga dalam beberapa kesempatan bisa meraih kemenangan dengan cara-cara sulit.

4.Tumpul di depan

Gagal mencetak gol dalam tiga dari empat laga terakhir jelas masalah serius bagi lini depan Liverpool yang biasanya menyeramkan. Trio Sadio Mane, mohamed salah dan Robert Firmino seperti kebingungan membongkar pertahanan lawan.

Yang paling disorot tentu saja kegagalan membobol jala Watford, yang notabene klub gurem di premier league, semestinya Watford bisa jadi sasaran empuk bagi barisan penyerang Liverpool.

(limindo)

Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.