Tiga Proyek Usulan Pemprov Sulsel Disetujui Pusat

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sejumlah proyek-proyek yang diusulkan Pemerintah Provinsi wilayah Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi mendapat persetujuan untuk dimasukkan ke dalam program dari Pemerintah Pusat.

Inline Ad

Hal ini terungkap dalam rapat Rapat Koordinasi Gubernur, dalam rangka penyusunan RKP tahun 2022 untuk wilayah NTB dan Sulawesi, Selasa (23/2)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional membuka Suharso Monoarfa, langsung menghadiri Rakorgub tersebut, memapaparkan beberapa hal termasuk faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, diantaranya ada yang diklasifikasikan sebagai faktor penghambat dan faktor penghambat utama.

Suharso menyebutkan beberapa faktor penghambat ekonomi di Pulau Sulawesi, seperti daya saing ekonomi serta fiskal dan inflasi menjadi faktor penghambat utama, faktor penghambat lainnya adalah regulasi dan institusi

“Masalah  kualitas pendidikan, ketenagakerjaan dan infrastruktur, faktor penghambat lainnya adalah kesehatan, daya saing ekonomi, juga menjadi faktor,” sebut Suharso, dalam rakorgub dalam rangka penyusunan RKP tahun 2022

Sedangkan di Sulawesi Selatan, Suharso menyebutkan yaitu masalah  daya saing ekonomi serta regulasi dan institusi, faktor  penghambat lainnya adalah kualitas pendidikan.

Baca Juga:  NA Diamankan KPK, Wagub Sulsel: Doakan Terbaik untuk Beliau

Selain menyampaikan faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah, Menteri Suharso menyampaikan proyek usulan Gubernur yang disetujui oleh pemerintah pusat.

Khusus Sulsel ada tiga proyek yang disetujui yaitu meliputi pengembangan angkutan umum massal perkotaan Makassar berbasis rel (Mamminasata), dan revitalisasi tambak dikawasan sentra produksi udang dan bandeng, dan Waduk Jenelata.

Proyek yang akhirnya disetujui oleh Pemerintah Pusat, ini masuk dalam 41 proyek prioritas strategis atau major project dalam RPJMN 2020-2024 menjadi fokus dalam rencana anggaran RKP.

Terpisah, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sulsel, Harry Rustam menjelaskan bahwa revitalisasi tambak ini sejalan dengan program prioritas dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di bidang  perikanan kelautan, dimana mengarahkan ke budidaya salah satunya dengan peningkatan produksi peningkatan produksi pengembalian kejayaan udang windu di Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Pemprov Wajib Amankan Kebijakan Pemerintah Pusat

Ia pun menyambut baik, jika program revitalisasi ini mendapat dukungan, potensi tambak yang dimiliki Sulsel cukup besar. Salah satu yang kita fokus berada di  kabupaten Pinrang itu 1000 hektar.

“Berbicara masalah tambak, mulai  dari muara sungai ke saluran irigasi nya semua itu kan perlu direvitalisasi untuk menuju ke sana tentu membutuhkan dukungan semua pihak,” sebutnya pada inipasti.com

Selain Pinrang, Harry menyebut beberapa daerah memiliki potensi tambak untuk pengembangan komoditi udang dan bandeng. Namun, ia menambahkan bahwa ada perbedaan program revitalisasi yang sudah sementara sudah dikerjakan oleh Pemprov.

Harry berharap dengan mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk revitalisasi ini, maka gairah dari petambak akan kembali untuk melakukan budidaya lagi, khususnya udang windu.

“Dengan pergerakan ini dapat  terjadi peningkatan produksi udang secara khusus udang windu secara khusus dan secara keseluruhan baik vaname,” paparnya

Baca Juga:  Bakesbangpol Sebut Dua Daerah Ini Rawan Pilkada

Untuk daerah yang berpotensi sendiri, Harry menyebutkan selain Pinrang daerah seperti Pangkep Maros.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.