Ujian Nasional Hingga Dana BOS Jadi Pembahasan Rakornis Bidang Penmad Kanwil Kemenag

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel mengumpulkan seluruh Kepala Seksi Penmad Kemenag kabupaten/kota se-Provinsi Sulsel untuk membahas sejumlah agenda kegiatan dan program untuk tahun anggaran 2020.

Acara bertajuk Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) ini dilangsungkan di Aula lantai 2 Kanwil Kemenag Sulsel, Kamis, 13 Februari 2020 kemarin. Rakornis dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penmad Kanwil Masykur yang didampingi oleh seluruh kepala seksi di lingkup bidang Penmad.

Inline Ad

“Selamat bergabung bagi Kepala Seksi Penmad yang baru dilantik di daerahnya , semoga bisa saling menguatkan untuk madrasah yang lebih hebat dan bermartabat, ucap Masykur dalam arahannya.

Kabid Penmad juga menjelaskan tentang Ujian Nasional (UN) yang dalam waktu dekat ini akan segera dilangsungkan.

“Event Ujian Nasional akan berlangsung dalam waktu dekat, baik di tingkat Madrasah Aliyah, Tsanawiyah maupun Ibtidaiyah, karenanya kami meminta agar program nasional ini dikawal sampai titik darah penghabisan, sinergikan dengan seluruh pihak segala sesuatunya yang diharapkan akan menyukseskan UN kita di Madrasah,” paparnya.

Selain itu, Kabid juga menyentil soal penggunaan dana BOS di Madrasah. Dia mewanti wanti agar pihak sekolah berhati-hati dalam pemanfaatannya. 

Baca Juga:  Permenristekdikti 20/2017: Menutup Pintu Rezeki Dosen dan Tidak Realistis

“Harus sesuai dengan regulasi dan juknis yang ada saat ini. Selain itu data primer dan sekunder yang dibutuhkan terkait Dana BOS, harus teliti dan up-to-date. Serta mengharapkan agar Dana BOS bisa menggunakan Bank Syariah yang ada di daerah masing-masing,” tambahnya.

Di Rakornis itu juga membahas seputar masalah Akreditasi Madrasah, Kepala Madrasah, Tenaga Kependidikan, PKP (diklat) ke-Pengawas Madrasah, pustakawan, bantuan SBSN, Sertifikasi dan Tukin dan lainnya. 

Khusus Ujian Nasional bagi Madrasah dibawah naungan Kementerian Agama Provinsi Sulsel, menurut Muhammad Qasim yang merupakan Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Penmad Kanwil bahwa ada tiga (3) jenis Ujian Nasional yang akan dilaksanakan oleh Madrasah yaitu 

1. Ujian Nasional (UN) dimana 100 % kisi kisi Soalnya berasal dari Pusat, 

2. Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) yang kisi kisi soalnya 100 % berasal dari Pusat juga.

3. Ujian Madrasah (UM) dimana 100 % kisi soal nya berasal dari Guru Madrasah.

Baca Juga:  2.338 Siswa SD,SMP dan SMA Ikuti Lomba Matematika Nasional di Unismuh Makassar

Selanjutnya, Jumlah Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk Madrasah dibawah naungan Kementerian Agama Sulsel yakni Madrasah Aliyah yang jumlahnya 396 Madrasah, dengan siswa peserta ujian sebanyak 19.910 orang. Sedangkan untuk Madrasah Tsanawiyah, jumlah peserta Ujiannya sebanyak 32.537 siswa dari 746 Madrasah, dan Untuk Madrasah Ibtidaiyah peserta ujian nya adalah 11.582 siswa dari 686 Madrasah.

Sedangkan untuk Jadwal Ujiannya sendiri terbagi sesuai jenis ujiannya, untuk Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK) Madrasah Aliyah akan berlangsung pada tanggal 9 – 11 Maret 2020, sedangkan untuk Madrasah Tsanawiyah pada tanggal 16 – 18 Maret 2020

Untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi Madrasah Aliyah akan dilangsungkan pada tanggal 30 Maret – 2 April 2020, dan untuk Madrasah Tsanawiyah dilakukan pada tanggal 20 – 23 April 2020, 

Sementara, sambungnya, untuk Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) bagi tingkatan  Madrasah Aliyah, Tsanawiyah dan Ibtidaiyyah diatur masing masing oleh Kabupaten Kota.

“Kita semua harus berkomitment mensukseskan setiap program Kementerian Agama khususnya program Dirjen Pendidikan Islam, karenanya, Jangan ada yg bergerak dan mengambil kebijakan tanpa komunikasi dan koordinasi, biasakan tradisi “Mappattabe dan siapakalebbi” dalam bekerja sehingga sejalan dengan sesuai jalur koordinasi structural lembaga kita,” tutupnya. (rls)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.