Universitas NU Yogyakarta Akan Menelan Biaya Rp193 M

Top Ad

INIPASTI.COM – Pemerintah menggelontorkan dana Rp193 miliar untuk biaya pembangunan gedung Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kampus itu bakal dibangun di Padukuhan Dowangan, Banyuraden, Gamping Sleman, DI Yogyakarta.

Dilansir dilaman CNN, Pekerjaan pembangunan akan dilaksanakan selama 16 bulan mulai Oktober 2021 hingga Februari 2023.

Inline Ad

Lingkup pekerjaan meliputi persiapan, struktur, arsitektur, mekanikal, plumbing, elektrikal dan elektronika, lansekap, fasilitas penunjang, serta kesehatan, dan keselamatan kerja.

“Diharapkan dengan terciptanya bangunan kampus ini dapat meningkatkan keunggulan mutu pendidikan dan lingkungan belajar, sehingga dapat menciptakan SDM unggul yang siap bersaing,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono lewat rilis, dikutip Minggu 12 September 2021.

Gedung UNU Yogyakarta akan memiliki luas bangunan 16.769,19 m2, tinggi bangunan 52 m di atas tanah seluas 7.478 m2. Gedung baru ini bakal mampu menampung sebanyak 3.774 orang mahasiswa dan 151 orang dosen.

Pada gedung baru tersebut akan dibangun 9 lantai dengan fungsi berbeda-beda. Lantai 1 misalnya merupakan lobby, ruang UKM, dan ruang MEP. Lantai 2 untuk kantin, ruang kuliah, administrasi, dan Jamaah Corner.

Lantai 3 digunakan untuk ruang kuliah, laboratorium, E-Library, Study Lounge, dan Auditorium.

Sedangkan pada lantai 4 terdapat ruang dosen, ruang kuliah, laboratorium, E-Library, Study Lounge, dan Auditorium. Masjid, hall, perpustakaan di lantai 5 serta roof garden dan masjid di lantai 6. Lantai 7 dan 8 untuk ruang dosen dan dekanat yang terakhir lantai 9 untuk Rektorat dan BP3TNU.

“Sesuai dengan perencanaan awal, pembangunan kampus UNU Yogyakarta menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang didasarkan petunjuk teknis BGH dari Kementerian PUPR,” tutur Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Iwan Suprijanto.

Penerapan konsep BGH pada bangunan kampus Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta diharapkan dapat memenuhi 7 kategori penilaian BGH yaitu pengelolaan tapak.

Efisiensi penggunaan air, efisiensi penggunaan energi, material ramah lingkungan, pengelolaan air lembah, pengelolaan sampah, serta kualitas udara dalam ruang (syakhruddin)

Bottom ad

Leave a Reply