Dhirga Erlangga

Langit Australia berubah menjadi merah dan mengerikan pada 31/12/2019 saat banyak orang sedang berlibur di pantai Victoria Australia.

INIPASTI.COM,AUSTRALIA – Langit Australia berubah menjadi merah dan mengerikan saat banyak orang sedang berlibur di pantai Victoria Australia pada Selasa (31/12/2019).

Memasuki tahun baru 2020, warga Indonesia yang saat ini berada di Wollongong New South Wales Australia, mengadakan silaturahmi. Acara ini berlangsung di kompleks College Place, Gwynneville.

Walaupun sifatnya dadakan, acara ini dimaksudkan untuk saling mengakrabkan sesama warga Indonesia bersama dengan keluarganya. Acara ini dihadiri sekitar tiga puluh orang yang terdiri dari orang tua dan anak-anaknya.

Dalam acara ini juga diperkenalkan Ketua JPI yang baru, yakni Pak Heranuddin. JPI adalah Jamaah Pengajian Illawwarra, organisasi sosial yang menghimpun warga Indonesia Muslim di Wollongong.

Juga diadakan konsolisasi dan persiapan acara Rihlah dan Gathering Family JPI pada hari Ahad tanggal 5 Januari 2020 yang akan datang. Rencananya acara ini diadakan di Sydney dengan mengunjungi museum maritim Australia dan lokasi lainny

Menjelang pagi hari, Langit Mallacoota pertamanya berwarna sangat gelap di pagi hari sebelum akhirnya menjadi merah darah, demikian dikabarkan, Hidir Firtra Siagian yang sedang mrendampingi isterinya belajar di Australia.

Tidak hanya langit yang berwarna merah darah, beberapa saksi mengatakan bahwa sempat terjadi hujan batu bara panas dan terdapat auman mengerikan.

Mallacoota, yang terletak di ujung  timur benua Australia ternyata terjadi kebakaran hutan di wilayah tersebut sejak Oktober lalu.

Lokasi kebakaran berada di sekitar pantai tersebut dan membuat langit Australia menjadi merah darah.

Sebanyak 4 ribu orang masih terjebak di Mallacoota, saat api menyerang lokasi sekitar pantai pada pukul 08.30 waktu setempat.

Sekitar 3,4 juta hektar padang rumput terbakar dan 10 orang ditemukan meninggal pasca kebakaran hebat tersebut.

Beberapa orang yang takut akan kebakaran tersebut menunggu sinyal evakuasi mendadak yang menginstruksikan para penduduk untuk terjun ke laut dengan jaket pelampung karena kebakaran hutan tersebut hanya berjarak 300 meter dari pantai.

Pukul 8 pagi saat kebakaran tersebut terjadi, suhu udara Mallacoota mencapai 49 derajat celcius dan turun menjadi 24 derajat celcius pada pukul 09.00 waktu setempat.

Kebakaran hebat ini menyebabkan 5700 hunian warga terputus aliran listriknya (syakhruddin)