Waket DPRD Sulsel Nilai Nurdin Terlalu Gegabah Copot Dirut Bank Sulselbar

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif menilai Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah terlalu gegabah melakukan pencopotan terhadap Andi Muhammad Rahmat sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel ini menyayangkan sikap Nurdin Abdullah melakukan pencopotan tanpa melakukan peringatan atau kritikan terlebih dahulu.

“Terlalu gegabah, apakah tidak dilakukan kritikan dulu kalau memang ada masalah tidak langsung pencopotan soalnya bank Sulselbar ini bukan seperti OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” kata Syahar sapaan akrab Syaharuddin Alrif, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga:  Diduga Kena Serangan Jantung, Lelaki Paruh Baya Ditemukan Tewas Tergeletak

Menurut Syahar, Bank Suselbar merupakan lembaga perbankan, sehingga sikap Nurdin Abdullah ini bisa saja berakibat kepada hilangnya kepercayaan masyarakat.

“Gubernur juga harus memikirlan hal strategis tidak terlalu jauh mencampuri operasional perseroan, harusnya Gubernur mendorong dan bersinergi untuk memajukan bank Sulselbar,” tutur Syahar.

Sekadar diketahui, Andi Rahmat dicopot pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang berlangsung di Four Points by Sheraton, Jl Andi Djemma, Makassar, Rabu (4/9/2019).

Ia dicopot oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, selaku pemegang saham pengendali Bank Sulselbar.

Baca Juga:  Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Buka Posko Banjir

“Hari ini RUPS, dan pemegang saham menginginkan dirut dicopot,” kata Nurdin Abdullah.

Ada beberapa hal yang menjadi alasan gubernur mencopot Andi Muhammad Rahmat, antara lain kredit macet dan juga Bank Sulselbar yang belum menjadi bank devisa.

(Muh. Seilessy)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.