Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unismuh Makassar Ikuti Workshop Matchup PMMB Batch II 2019

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr H Muhammad Tahir, M.Si bersama Sekretaris Pusat Layanan Pengembangan Karis dan Informasi Kerja (PLPKIK) Unismuh Makassar, Nasharuddin, S.PD, M.Sc, serta peserta lainnya di acara workshop Matchup PMMB Batch II 2019 di Jakarta Timur, Kamis, 4 Juli 2019.

INIPASTI.COM, MAKASSAR- Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr H Muhammad Tahir, M.Si bersama Sekretaris Pusat Layanan Pengembangan Karis dan Informasi Kerja (PLPKIK) Unismuh Makassar, Nasharuddin, S.PD, M.Sc, mengikuti Workshop Matchup Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Batch II 2019, di Gedung Hutama Karya Jakarta Timur, Kamis, 4 Juli 2019.

Acara ini dihadiri 123 BUMN dari 143 BUMN yang ada di Indonesia, 130 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia.

Inline Ad

Dalam kegiatan ini Universitas Muhammadiyah Makassar menyerahkan 31 data mahasiswa dari beberapa jurusan yang telah diseleksi dan memiliki data yang valid sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Sofyan Rohidi, MBA, dalam acara tersebut menyampaikan, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) telah merilis peraturan Keputusan Menteri Nomor 123/M/KPT/2019 tentang magang industri dan pengakuan satuan kredit semester untuk magang kuliah.

Baca Juga:  Fisip Universitas Sawerigading Gelar Kuliah Umum  Soal Diaspora

Dikatakan, dalam peraturan tersebut diatur program magang kuliah di industry dan akan dihargai dalam bentuk satuan kredit semester (SKS).

Program ini katanya berlangsung selama 6 bulan dalam satu periode magang dengan beberapa benefit terhadap mahasiswa yakni memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman kerja di industri dan juga berkesempatan untuk direkrut menjadi bagian dari BUMN setelah program magang selesai.

Selanjutnya, mahasiswa juga mendapatkan insentif (uang saku) minimal 1,5 jt setiap bulan dan bonus sesuai keputusan BUMN terkait. Selain itu, mahasiswa yang telah menyelesaikan program magang tersebut mendapatkan dua sertifikat yakni Sertifikat industri dari BUMN dan sertifikat kompetensi dari KEMENRISTEK DIKTI yang dibiayai sepenuhnya oleh BUMN tempat magang mahasiswa bersangkutan.

Baca Juga:  Kemenristekdikti Siapkan Beasiswa  bagi Mahasiswa Korban Gempa Sulteng

Sofyan juga menambahkan, FHCI saat ini tengah merencanakan program magang dosen dengan BUMN dimana nantinya dosen akan belajar praktek di industri dan sebaliknya pegawai di industri akan berbagi pengalaman kerja dan penyiapan karir kepada mahasiswa di perguruan tinggi. -nasrullah.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.